Dia-lah Satu Cahaya

Just another WordPress.com weblog

Peringatan Bagi Orang beriman dan Berakal

“Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal, (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu.”(At-Thalaq-10)

Allah memperingati orang-orang yang beriman yang mempunyai akal tapi tidak tunduk kepada hukum-hukum Allah, Pengunaan akal tanpa ketundukan yang penuh dan iman yang kuat akan mengakibatkan kerusakan di bumi. Logika dan Nash dapat menjadi satu keserasian, hal itu bisa terjadi apabila pengunakaan akal di barengi dengan ketakwaan dan keimanan yang penuh kepada Allah dan tunduk terhadap hukum-hukumnya. Akal sering kali berbenturan dengan Wahyu, ia sering menegeluarkan bantahan-bantahan terhadap apa yang di katakana oleh Allah, seperti yang terjadi pada iblis ketika itu
“Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu semua kepada Adam”, lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: “Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?”(Al-Isra-61)
Al Quran merupakan kitab suci yang mengandung hikmah, bagi kebanyakan umat islam Kemukjizata Al Quran begitu terasa baik dalam kehidupan atau yang lainnya. Ayat-ayat Al Quran bukan hanya menerangan tentang hukum, tatanan hidup, kebudayaan, ibadah tapi juga berbicara tentang keilmuan, Al Quran turun jauh sebelum sains dan teknologi di temukan oleh manusia.
Antara Perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad dan perjalanan Niel Amstrong dengan Apollo XI membawa realitas dan referensi yang sama yaitu dari Al quran tapi membawa nilai yang berbeda. Di saat perjalanan Isra mi’raj Nabi hal itu satu di anggap sebagai kedustaan belaka oleh kaum kafir. Perjalanan Dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan di lanjutkan perjalanan hingga kepada Allah untuk mendapatkan sebuah kewajiban dari Allah yang berupa Shalat bisa di katakana sutu kejadian yang sangat sulit di terima oleh nalar. Logika waktu yang berbicara pada waktu itu mengatakan berbeda dengan realitas perjalannan Isra Mi’raj Rasullah.
Di saat itu nilai keimanan dan kepatuhan kepada rosul menjadi satu keharusan yang sangat menonjol tanap harus membantah , dan ini juga salah satu upaya Allah untuk melihat sebesar apakah keimanan mereka kepada Allah dan Rasullnya. Bagi kebanyakan kaum kafir hal itu sangat bertolak belakang dengan akal dan kemampuan untuk berlogika, hingga ada di antara mereka yang menganggap hal itu adalah mimpi Rasullah. Padahal kemampuan Allah itu lebih tinggi dan hebat dari pada kemampuan berfikir manusia, hal ini jelas terlihat dari rentan waktu perjalanan isra Mi’raj, nilai waktu pada saat itu memang bertolak belakang dengan realitas waktu yang di tempuh kebanyakan orang, tapi Allah memilih dan menghendaki Rosull untuk itu, Dalam firmanya:
Surat Al Isra-1 Allah mengatakan bahwa “Memperjalankan”) bukan dengan kalimat ” berjalan”, jadi ayat ini melambangkan bahwa Allah memilih dan menghendaki rosullah sebagai alat yang di perjalankan dalam Isra Mi’raj, Logikanya seperti seorang anak kecil memainkan mobil-mobilan, di saat itu sifat mobil adalah benda mati yang tidak bisa bergerak apabila tidak di gerakan, lalu bergeraklah mobil itu oleh seorang anak kecil yang memainkanya.

Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia.(Al Baqarah-117)
Kehendak Allah pun pernah di berikan kepada Siti Maryam, seorang wanita tanpa di setubuhi oleh laki-laki dapat mengandung dan mempunyai seorang anak yaitu Nabi Isa a.s, hal ini tertera di Al Quran surat Al Imron ayat 47

Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun.” Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.
Dan kejadian itupun sangat bertolak belakang dengan logika manusia. Lain lagi dengan perjalanan Niel Amstrong ke bulan, mereka para ilmuan dapat melakukan hal itu dengan mengunakan alat, yang di dapat karna pengunaan akal yang maksimal. Tapi apakah akal manusia mendahului ketetapan Allah sehingga kebenaran wahyu seakan di tinggalkan, padahal Allah telah berfirman
“Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan”.(Ar-Rahman-33)
Alangkah jelasnya Al Quran mengatakan tentang hal itu, Allah membuka dan memperlihatkan sesuatu yang sebelumnya akal tak sangup menembus, supaya manusia dapat mengambil suatu pelajaran bagi orang-orang yang berakal agar mereka berima dan bertakwa kepada Allah bukan Untuk menyombongkan diri .
Di antara watak manusia ialah menentang Allah dan mendustakan rosul dan ayat-ayat-Nya serta tertipu oleh kesenangan yang mereka dapati seperti penemuan ilmiah pada saat ini hingga mereka menganggap hanya akal sumber segalanya.

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.(Al-‘Anaam-44).
(HL)

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: