Dia-lah Satu Cahaya

Just another WordPress.com weblog

Mutiara Hikam

علامة الاعتماد نقصان الرجاء…..
Kalimat inti :
I’timad : nyender
Nuqson Roja
Zalal
Dua hikmah antara mencari dunia dan akherat harus nyetel, mencari dunia jangan habis-habisan, banyak ibadah jangan lupa mencari dunia.

282 Hikam adalah pengalaman syaikh Ibnu Athoillah As-Sukandari – Di Cairo. Hikam itu obat…(syifa) sebagai [praktek)
Yang dimaksud : Kasus Lapangan : harus faham permasalahan, seperti ibarat mobil mati yang harus di benarkan adalah mesinnya bukan knalpotnya. Begitu juga di lapangan tentang penyakit masyarakat. Dua kunci masyarakat.
صنفان من الناس اذا صلحا صلح كله واذا فسدا فسد كله العلماء والعمراء

Kasus Lapangan I : Hikam ini akan menjadi kunci bagi orang yang melakukan perjalanan menuju Allah, tidak akan terpakai bagi orang yang tidak meniti perjalanan kepada-Nya (salik) seperti.
Manusia di cipta oleh Allah dalam keadaan sempurna, terus diberi akal, nafsu, syaithan. Termasuk seluruh anggauta badan. Tujuan diberikan semuanya bagus. Dengan akal menjadi skills, dengan nafsu menjadi pendorong (ibarat mesin), syaithan untuk menguji kemampuan diri (dengan mengujinya). Bagi ahli tasawwuf semuanya manfaat. Sering nafsu mengalahkan akalnya, syaithan mengalahkan qolbunya, sehingga terpeleset (sesat).—Zalal (perintah Allah tidak dikerjakan, dan larangan di lakukan). Jadi belajar thoreqot itu jangan menunggu bersih dari kekurangan, justeru belajar thoreqot itu untuk menjauhkan diri dari kesalahan.
Banyak Ulama yang memandang thoreqot jelek, karemna kurang semangat mencari kebenaran. Padahal ia tidak sadar sering meminta barokah kepada para Aulia makam-makam ziarah, seperti makan mau tetapi nasi anti (tidak mau). Ini pemikirannya. Banyak yang terjadi orngan yang melakukan zalal itu kemudian putus asa, (merasa salah terus dan putus asa). Orang yang melakukan perjalanan kepada Allah adalah kita, jangan menunggu umur 40 tahun untuk melawan syaithan, dari 15-40 apakah harus di serahkan kepada syaithan, tetapi belajar dzikir itu dari orok. (belajar dzikir setelah umur 40 tahun – pemikiran darimana), thoreqot mikung (Thoreqot bagus, ibadah syariat goreng patut) Micung (fiqih jago ashar jam lima terus). Harus keduanya.
Salik… apabila diangkat menjadi murid (talqin) ruhani langsung hebat. (tidak). Mari tafakkur, ada orang yang melakukan zalal sadar ada juga yang melakukan zalal tidak sadar.

Karena urusan politik NU benci terhadap Thoreqot

Dalam perjalanan menuju Allah banyak yang Zalal (berlaku maksiat) seperti : malas, ghibah, sholat tidak tepat waktu, tidak berjamaah… maka hitunglah sifat jalal pada diri kita : tarkul makmurot, ijtinabul manhiatn (melaksanakan yang di larang dan mengerjakan yang di larang). Calon orang sholeh yakni dapat mengontrol diri mulai sekarang bahwa saya zalal.
Jangan putus asa walaupun kita telah mengontrol diri dari jalal tetapi masih zalal juga.

Pembahas I : baik dan jelek hakikat dari Allah
Banyak orang yang beramal (salik), malah sombong dengan amalnya, merasa sampai ibadahnya karena amalnya bukan karena sifat rohman rohimnya Allah , yang sampai itu bukan karena amalnya, bagi orang salik sampai kepada Allah dengan dijemput oleh Allah : yaa ayatuhannafsul muthmainnah………… karena orang yang akan di jemput oleh Allah adalah orang yang telah capek dengan amal perbuatan baik.

Dimana kita melakukan salah
Artinya Berjuang menjauhkan maksiat (zalal) dengan sungguh-sungguh, apabila terpeleset pada jalal, cepat kembali (taubat) —– berupaya terus memperbaiki diri walaupun terus terpeleset. Dengan dzikir setiap bakda sholat tujuannya untuk terus memperbaiki diri dari kesalahan…jangan putus asa Allah lautan ampunan.

Diantara tanda (ciri) orang terlalu mengandalkan kepada Amalnya dal;am menuju Allah, dan tipis/kurang pengharapan maka ketemu dengan terpelesat.
(———jatuh bangun)

Kyai yang rajin tahajud/ibadah dengan istiqomah itu berjuang dulu melawan segala macam nafsu dan syaithan— tarik menarik – (jangan instan, hanya ingin baik(istiqomah) tiba-tiba. Tetapi harus terus berjuang dulu…maju jangan putus asa)

Kunci 2 :

ارادتك التجريد……..الهمة العالية
Kalimat inti : Tajrid, Iqomatillah, Asbab, Syahwatil Khofiyah,
Tajrid : lepas dari upaya (mencapai sesuatu)
Iqomatillah : Keadaan diri
Asbab : sebab-sebab (adanya sesuatu karena sebab)

Rumus-rumus jadi waliyulloh – dzikir (sirrul Asror)- wali adalah orang yang bertaqwa sempurna dari dulu, sekarang dan masa yang akan datang.
Sufi jangan diam saja di Goa saja, kasian umat tidak di urus (KH. Zein ZA. Bazul Asyhab)

2 Komentar»

  wafa wrote @

Alhamdulillah, dapat nih artikel bagus (ajengan Jejen wkl talqin)ya, minta izin di copy paste …….

  pringputih wrote @

iya ini dari ust. jejen sukabumi ( wakil talqin)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: