Dia-lah Satu Cahaya

Just another WordPress.com weblog

Diantara Kebiasannya adalah Memulyakan Tamu.

Rasulullah bersabda :
من كان يؤمن با الله واليم الأخر فليكرم ضيفه.
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka mulyakanlah tamu” ( HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Nasa’I, dan Ibnu Majah dari Ibn Suraij dan dari Abi Huraiarah).
Dan Firman Allah :
ونبئهم عن ضيف ابراهيم (51) اذ دخلوا عليه فقالوا سلاما قال انا منكم وجلون (52) قالوا لا توجل انا نبشرك بغلام عليم. ) الحجر : 51-53)
“ Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim (51), ketika mereka masuk ketempatnya, lalu mereka mengucapkan “Salaam”. Berkata Ibrahim: “Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu”(52). Mereka berkata:” Jangankah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki ( yang akan menjadi ) orang yang alim (53) (QS. Al-Hijr : 51-53)
Ayat ini menunjukkan atas wajibnya memulyakan tamu, apalagi tamunya seperti tamu Nabi Ibrahim karena tamunya adalah malaikat yang memberi kabar gembira tentang sesuatu yang diharapkan datanganya sesuatu, dia adalah pemuda yang ‘alim dari Allah Yang Maha Mengetahui, dan apabila ada tamu orang bodoh maka orang pintar harus memulyakannya, dan apabila tamunya orang kecil, maka orang besar wajib memulyakannya dan apabila tamunya sesama apalagi tamunya orang yang meminta-minta maka wajib yang punya rumah memulyakannya dan memberinya.
Rasulullah bersabda :
السائل هدية الله على عبده, ولا فرق فى اكرام الضيف بين الصغير والكبير وبين الفقير والغنى وبين الجاهل والعالم ولا بين السائل والمسئول ولا بين المعطى والعاطى, لأن الضيف له الضيافة ولو بشرب ماء ولقمة الطعام مع وجه طلق.
“Orang yang meminta-minta adalah hadiah dari Allah kepada hambanya dan tidak ada perbedaan didalam memulyakan tamu antara orang kecil dengan orang besar, orang fakir dengan orang kaya, orang bodoh dengan orang pintar, orang meminta-minta dengan orang yang dipinta, orang yang diberi dengan orang yang memberi, karena tamu berhak mendapatkan suguhan dengan seteguk air dan sesuap makanan beserta wajah yang berseri-seri.(Terjemah Sunan Mardliyah karangan KH M Abdul Gaos Saepulloh Maslul dan Terjemah KH. Ahdi Noordin/Suryalaya )

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: