Dia-lah Satu Cahaya

Just another WordPress.com weblog

1. Diantara Kebiasaan Mursyid Kamil adalah Shalat di Awal Waktu

Al Sunan jamak dari al sunah, sunah menurut bahasa adalah tarekat. Tarekat ada dua yaitu tarekat mardiyah dan tarekat ghoer mardhiyah. Adapun yang dimaksud tarekat (sunnah) mardhiyah yaitu sesuatu yang telah dibiasakan oleh nabi. Adapun yang dimaksud dengan sunnah didalam kitab ini adalah apa-apa yang dibiasakan oleh Syekh Mursyid kita. Beliau adalah sebagai wasilah antara kita dengan Allah azza wa jalla, yakni Sayyid Syekh Ahmad Shahibul Wafa’ Tajul Arifin r.a. yaitu didalam mengerjakan shalat lima waktu dan ibadah-ibadah yang lainnya.
Beliau mendidik kepada para ikhwan dan akhwat pada Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah P.P. Suryalaya dengan suri tauladan. (diketahui bahwa kebiasaannya adalah shalat lima waktu diawal waktunya) berdasarkan firman Allah :

ان الصلاة كانت على المؤمنين كتابا موقوتا.)النساء : 103)

“Sesungguhnya shalat itu adalah Fardu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. (QS. An-Nisa :103)

Dan firman Allah SWT :

فخلف من بعدهم خلف أصاعوا الصلاة وابتعوا الشهوات فسوف يلقون غيا. (مريم : 59)

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti( yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan”.( QS. Maryam : 59 )

serta firman Allah :
فويل للمصلين (4) الذين هم عن صلاتهم ساهون (5). (الماعون : 4-5)

“Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, Yaitu orang-orang lalai shalatnya.” (QS al-Maun : 4-5)

Ibn Abbas r.a. berkata neraka wel adalah jurang neraka jahanam dan itu tempat orang-orang yang mengakhirkan shalat maktabah dari waktunya. Dan Rasulullah bersabda :
ما بين المسلم والمشرك تارك الصلاة فأذا جحدها كان كافرا.

“Sesuatu antara orang muslim dan orang musyrik adalah orang yang meninggalkan shalat, maka apabila melawan terhadap shalat, itu adalah kafir”

dan diriwayatkan dari Nabi SAW:

من تهاون بالصلاة عاقبة الله تعالي بخمس عشرة عقوبة . ستة منها فى الدنيا وثلاثة عند الموت وثلاثة فى القبر وثلاثة عند خروجهم من القبر.

“Barang siapa menganggap enteng terhadapshalat maka Allah menyiksa dengan 15 siksaan, enam diantaranya didunia, tiga ketika mati, tiga ketika didalam kubur, dan tiga lagi ketika dikeluarkannya dari kubur.

Adapun enam macam dari siksaan didunia adalah : 1. Allah mencabut keberkahan pada umurnya; 2. Allah menghapus tanda orang shalih diwajahnya; 3. setiap amal, Allah tidak memberi pahala; 4. Allah azza wajalla tidak mengangkat do’a kelangit; 5. mendapat kemurkaan dari makhluk didunia; 6, tidak ada baginya bagian dalam do’a orang shalih.
Adapun tiga macam yang mendapatkan musibah ketika mati adalah : 1. matinya secara hina; 2. matinya ketika lapar; 3. matinya ketika dahaga, walaupun disiram dengan air laut didunia, tetap tidak merasa segar dari dahaganya.
Adapun tiga macam yang mendapatkan musibah didalam kubur adalah : 1. Allah menyempitkan kuburannya dan menghimpitnya hingga berantakan tulang rusuknya; 2. Dinyalakan kepadanya api yang dibolak balik diatas bara baik malam maupun siang hari; 3. Allah menyruh ular yang diberinama Suja’ al Aqra’ kepadanya dengan mata terbuat dari api neraka, dan kukunya dari besi yang panjang, setiap kuku panjangnya sejauh perjalanan satu hari, maka ular berkata kepada mayit, “saya Suja al Aqra’ dengan suaranya yang menggelegar, dan dia berkata bahwa Tuhan telah memerintah kepadaku untuk memukulimu karena kamu meninggalkan shalat shubuh diwaktu dhuhur, shalat duhur diwaktu asar, shalat asar diwaktu maghrib, shalat maghrib diwaktu isya, dan shalat isya diwaktu subuh.
Pada waktu memukul, pukulannya menancap kebumi sedalam 70 siku dan masuk kukunya, kemudian mengeluarkannya dari bumi dengan terus menerus pukulan itu sampai hari kiamat, maka kami meminta perlindungan kepada Allah dari siksa kubur.
Adapun tiga macam yang mendapatkan musibah di hari kiamat adalah : 1. Allah menyuruh kepadanya untuk berjalan ke neraka jahanam dengan wajah yang kepanasan; 2. Allah melihat kepadanya dengan mata marah pada waktu menghisab, maka jatuh daging dari wajahnya; 3. Allah menghisab mereka dengan hisaban yang pedih dengan tidak ada tambahan waktu yang kekal, dan Allah memerintahkan kepadanya untuk keneraka yaitu sejelek-jeleknya tempat tinggal. Nabi SAW bersabda :
الصلاة ميزانك ومنتهى كيلك فاذا وفيت نجيت واذا نقصت عذبت.

“ٍShalat adalah timbangan dan alat ukur yang terakhir, maka apabila kamu penuhi shalat, maka kamu selamat dan apabila kamu mengurangi maka kamu mendapat siksaan”

dan Rasulullah bersabda :

من صلى الصبح فى جماعة اربعين يوما لم تفته ركعة واحدة كتب الله برائة من النفاق.

“Barang siapa shalat subuh berjama’ah selama 40 hari dan tidak kurang satu rakat pun, maka Allah menulis kepadanya satu kebebasan dari orang munafiq” (Quratul A’yun wa Mufarijul Qulub al Makhzun Iman Abi Laits Samarkand, h : 1-5)

Maka dengan demikian Syaikhuna Sayyid ‘Arifbillah melakukan shalat sebagaimana Rasulullah SAW shalat. Sesuai dengan sabda-Nya:

صلوا كما رايتمونى اصلى.

“Shalatlah kamu sekalian sebagaimana kamu lihat shalatku”

dan nabi bersabda :

افضل العمل الصلاة فى وقتها .(رواه الترميذى والحاكم)

“ Paling utamanya amal adalah shalat diawal waktunya”. (HR Turmudzi dan Halim, keduanya menilai shahih) dan aslinya ada dalam kitab Shahihain

وعن ابن مسعود رضى الله عنه قال : سألت النبى صلى الله عليه وسلم اى العمل احب الى الله ؟ قال : الصلاة فى اول وقتها .)رواه البخاري)

“Dari Ibn Mas’ud r.a. berkata aku bertanya kepada Nabi SAW , amal apa yang dicintai Allah ? Nabi berkata : “ Shalat pada waktunya”. (HR Bukhari)

Hadits ini menunjukkan pada keutamaan shalat diawal waktunya, bagi setiap amal dari beberapa amal. Sebagaimana firman Allah SWT :

انهم كانوا يسارعون فى الخيرات .(الأنبياء : 90)

“…Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik ….”.( QS. Al-Anbia : 90)

Karena Nabi selamanya melaksanakan shalat pada awal waktunya dan nabi tidak mengerjakan sesuatu kecuali sesuatu yang paling utama, demikian juga Syaikhuna Mursyid Arifbillah, tidak usah ragu bahwa beliau adalah warisan nabi masa kini. Mudah-mudahan kita termasuk diantara muridnya dan kami muridnya berkewajiban melaksanakan kebiasaannya seperti shalat diawal waktunya. Maka barang siapa mengaku murid dan dia meninggalkan shalat atau mengakhirkan shalat maktubah dari awal waktunya, maka itu termasuk orang berbohong dan bohong itu adalah sifat orang munafik. Sebagaimana firman Allah :

ان الله لا يهدي من هو كاذب كفار.)الزمر : 3)

“ Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan ingkar”. ( QS. Azzumar : 3)
(Terjemah Sunan Mardliyah karangan KH M Abdul Gaos Saepulloh Maslul dan Terjemah KH. Ahdi Noordin/Suryalaya )

2 Komentar»

  wafa wrote @

Subhanallah, luar biasa,.! dapat pencerahan lagi nih ……

  pringputih wrote @

alhamdulillah saya cuma bisa bantu-bantu untuk dapat ngasih tau isi kitab ini di khalayak lewat blog selebihnya dari saya cum a ada kealpaan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: