Dia-lah Satu Cahaya

Just another WordPress.com weblog

Ya Allah Iklaskah aku?

ikhlasSegala sesuatu yang mempunyai definisi dan teori tidaklah selalu dapat dibuktikan kebenaranya, apalagi jika berhubungan dengan rasa manusia atas pekerjaan hati. Seperti ikhlas yang kali ini akan kita bahas bersama-sama.
Dalam sebuah kitab yang berjudul Fadlhoil Asy Syuhur karangan
Syekh M. Gaoz Saifullah Maslul menyebutkan bahwa Ikhlas itu dimana engkau tidak mengharap saksi bagi perbuatanmu melainkan Allah. Ikhlas merupakan sebuah unsure penting dari perbuatan hati yang di antara menggelilingi perbuatan dan ibadah. Dimana antara Allah dan hambanya terdapat sebuah tiarai penghalang dalam melaksanakan ibadah dari itu ikhlas merupakan pembuka tirai tersebuatPara sufi mengatakan bahwa Ikhlas itu merupakan maqom ikhsan yaitu hendaklah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihatnya (Iqodzul Himmam). Ikhlas merupakan pekerjaan hati yang tidak pernah bisa orang lihat, diantara sifat ikhlas itu dapat muncul pada diri seorang hamba mana kala, mereka dapat menjadlin hubungan baik dengan Allah. Ketika sesorang mendekatkan diri dengan Tuhanya secara benar-benar maka akan muncul sebuah keadaan hati yang ia pun tidak mengetahuinya, yaitu tatkala ia ibadah dalam dirinya musnah segala keinginan kemakhlukan, yang ia hendak capai hanya Allah dan Ridho-Nya. Sifat ini bukan semena-mena muncul dalam diri manusia, tanpa sebuah usaha. Mekipun kita kita tak pernah tau apakah kita dan orang lain telah benar-benar iklas dalam menjalani sesuatu, dari itu sebuah ikhtiar untuk menggapai ikhlaspun harus dialkukan.

Manusia umumnya mempunyai sifat alpa terhadap tuhanya yang sangat besar, hal itu dikarnakan banyak sebab keduniaan yang lebih mendominasi kehidupanya. Ketika sesorang mempunyai sifat alpa hendaklah ia berusaha untuk berzikir melalui sebuah jalan meski gersang, terjal, becek dan panas guna mendapatkan keridoan Allah. Pada saat kealpaan diri kita tetap di pelihara maka sifat ikhlaspun tidak akan pernah muncul dalam dirinya. Kesadaran seseorang untuk dekat terhadap Tuhanya meskipun ia bukan seorang ahli ibadah berpotensi bagi dirinya membuka jalan antar Tuhan dan Hamba. Kesadarn diri butuh terhadap Tuhan dan takut di tinggalkan-Nya hingga menyentuh lapisan paling akhir kesadaran diri manusia merupakan sebuah hal yang luar biasa dimiliki setiap manusia. Apabila hal itu di anugrahkan kepada seorang manusia maka ibadahpun baginya merupakan sebuah kebutuhan, hingga dari buah ibadah itupun muncul sebuah akhlak yang terpuji. Akhlaklah yang kiranya menjadi sebuah efek ketika seorang beribadah dengan keikhlasan.

Setiap orang haruslah membina hubungan baik terhadap tuhanya menghormati kepada Rasulnya, melakuakn sesuatu bersama Allah dan Rasulnya karna hal itu akan menumbukan sifat keikhlasn dalam diri. Berusaha dan belajar untuk ikhlas, itu lebih baik dari pada berdiam diri berharap ikhlas itu datang kepada kita. Mudah-mudahan usaha kita untuk bertindak ikhlas telah menjadikan kita Ikhlas. Dan Tidaklah ada daya untuk kita beribadah dan juga tak ada upaya untuk kita menjauhi maksiat melainkan karna Allah Ta’ala

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: