Dia-lah Satu Cahaya

Just another WordPress.com weblog

Luasnya Akal

bumiManusia dalam fitrahnya sudah di bekali dengan segala sifat dan tingkah laku oleh Tuhanya. Sifat bukanlah merupakan sebuah wujud materi yang bisa di lihat dan di genggam, walaupun lebih mirip dengan alamiah, namun sifat merupakan sebuah cerminan diri sesorang yang muncul dan dilihat dalam tingkah laku. Sebuah bekal non materi yang dimiliki sesorang dalam mengarungi kehidupan sangatlah laur biasa, meski tidak semua orang dapat dan mampu mengolahnya. Manusia dinamakan sebgai makhluk yang paling sempurna yang dibekali oelh akal.
Produk-produk yang dihasilkan oleh akal merupakan sebuah hasil karya dari luasnya akal tersebut. Sering sekali kita temui, dari beberapa orang yang kita Tanya tentang dimana letaknya akal, sebagian besarnya akan menjawab dan menunjuk kearah kepala. Meskipun kebenarnya tidaklah mutlak akal masih menyimpan banyak tanda Tanya bagi manusia. Kita bayangkan apabila akal itu terletak di kepala kita betapa kecilnya akal ini. Kita tau gedung pencakar langit, pesawat terbang, kapal, hingga pyramid yang berada di gurun pasir, itu merupakan hasil dari akal yang lebih identik berada diotak kita. Bagi penulis akal sanagatlah luas dan tidak pernah terbatas berolah dalam hal materi namun ia terbatas dalam urusan non materi. Kita sadar betul manusia sesungguhnya punya nilai lebih untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat baik untuk dirinya maupun orang lain, namun hal itu menjadi sebuah benturan dalam diri manakal kasil karya yang ia akan buat di hadapkan dengan nilai materi yang menjadi tujuan utama sebuah hasil karya.

Akal yang kita miliki menunjang diri kita untuk membuka sebuah kebenaran kepada orang lain. Seperti Galileo menyatakan sekitar abad 17 bahwa bumi itu menggeliling matahari, namun hal itu di tentang oleh pihak gereja yang mempunyai pendapat bahwa matahari lah yang menggelilingi bumi dan menyuruh ilmuan tersebut untuk mencabut pernyataanya atau memilih untuk di baker hidup-hidup. Namun karna pendapat Galileo dapat di buktikan bukan hanya dengan rasional tapi juga empiris akhirnya pihak gerejapun menerima teorinya itu dengan berat hati. Dan teori Galileo itupun di gunakan para ilmuan sesudahnya hingga sekarang.

Seperti itulah yang menurut saya akal seharusnya berperan sangat besar, dalam membuka sebuah kebenaran baik sifatnya membenarkan atau mencari sebuah kebenaran tentang sesuatu. Seperti ayat-ayat tentang alam yang terdapat dalam Al-Quran yang dapat di buktikan dengan rasional dan empirisme.
Kekuatan akal setiap manusia sebenarnya saling membenarkan tentang sebuah kebenaran, karna segala induk akal manusia itu berasal dari yang Maha Benar.

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: