Dia-lah Satu Cahaya

Just another WordPress.com weblog

Ruh Dalam Sebuah Lagu

LaguApa yang ada dalam fikiran anda apabila mendengar seorang wanita dimalam hari menagis? Tanpa dikomando lebih dulu serentak menjawab Sereeeem!!!! Padahal kita tidak pernah tau siapa yang menagis dan karna apa ia menagis, tapi karna tangisan dimalam hari di identikan dengan Suderbolong, Kuntilanak, Wewegobel, Nyiloro Kidul, dan Susana, jadilah terbentuk Image bahwa suara tangisan itu pasti Setan. Lanjut lagi cerita diatas, selidik punya selidik suara orang nagis itu ternyata keluar dari rumah Pak Sukoco, Paginya pun dengan malu-malu, takut di angap melu-melu orusane wong, kita pun nyoba Tanya kepada anaknya Winarsih, dan walhasil jawabanya adalah Winarsihlah ternyata pelaku tunggal tangisan semalem dan menurut pengakuanya tangisan itu diakibatkan oleh Dhani ahmad seorang pentolah Grup Dewa 19. Lho..lho..Ada apa ini?kok mas Dhani dibawa-bawa? Ternyata lagu Kangen milik dewalah yang menjadikan Winarsih menagis, menurutnya semalem ia lagi kangen sama pacarnya yang ada di sebrang pulau, dan Pas banget sama lagu Kangen yang di puterin diradio semalam.
Belajar dari kisah Winarsih diatas, tenyata lagu mempunyai kekuatan Magis yang mendorong emosi sesorang. Meskipun kita sadari, pendeknya, lagu hanyalah sebuah kumpulan kata-kata dan baris not balok yang membingungkan, menurut saya. Tapi lagu ternyata bukanlah seperti angapan saya diatas tadi. Daya cipta sesorang atas bentuk karya musical merupakan sebuah komunikasi atas diri dan emosi. Didalam lagu terdapat music yang indah karna kolaborasi beberapa alat seperti guitar, bas, Keyboard, drum dan lain sebagainya dan apabila ingin mendapatkan music yang baik haruslah seirama dan seimbang. Malahan ada yang menjadikan music sebagai sarana sesorang untuk mendekatkan diri kepada Tuhanya Cikal bakal music tampaknya terdapat pada Alam yang dipelajari oleh sesorang atas keseimbangan, sehingga muncullah ide-ide untuk memadukan sebuah bunyi agar menjadi indah. Music merupakan wakil sebuah gagsan didri dan emosi seseorang terhadap sesuatu, seperti music Dangdut sebagi symbol Kesederhanaan, Punk sebagai symbol Pemberontakan, Rapp sebagai symbol kemewahan dan lain sebaginya. Kita akan merasakn keidentikan music, seperti dalam alunan melancholies yang biasanya bertemakan cinta. Music cadas yang biasanya bertemakan Pemberontakan atau kebebasan diri. Belum lagi kita berbicara tentang lirik lagu yang mempunyai kekuatan, seperti lirik kangen dalam lagu Dewa 19 Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya menahan rasa ingin jumpa Percalah padaku akupun rindu kamu ku akan pulang, melepas semua kerinduan yang terpendam Dan kejadian juga, karna lirik di atas Winarsihpun tidak lagi berdaya dan hanya bisa menagis menahan ingin ketemu demenanya. Lirik menjadi sebuah kekuatan dalam lagu, meskipun hamper sama dengan syair-syair yang ditulis oleh pujangga-pujangga namun karna ada dua kekuatan yang menjadi satu yaitu music dan lirik maka kekuatanyapun kadang melebihi syair-syair. Kita sering melihat dan mendengar seorang dalam membaca puisi, mereka degan emosi yang berbeda dan nada yang berbeda pula melantunkanya akibatnya para pendengar sontak terpana dan berkata “Kereeeen”. Tak beda dengan lagu, seteiap nada agaknya menjadi wakil dalam membacakan syair lagunya, kadang sendu, berteriak, sehingga bulu kuduk kitapun merinding dibuatnya. Setiap lagu mempunyai sisi positif dan negative, tergantung penyaji dan penikmatnya. Sisi positif dan negative lagu lebih bersifat kepada lirik, dahulu ada beberapa grup music yang di kecam atas lirik lagunya seperti lagu Teman Tapi Mesrah milik Ratu yang kurang ditekankan unsure mendidik, juga Lagu Satu milik Dewa 19 yang katanya mengandung pesan Panteisme (Wahdatul Wujud) dan dicap sebagi penganut Al Hallaj. MEskipun bagi saya hal itu berlebihan. Namun juga ada benarnya apabila hal itu disalahkan. Lirik merupakan prioritas utama dalam sebuah Lagu yang dapat mendidik pendegarnya dalam hal yang benar ataupun salah, Dalam kasus Dewa tersebut, Syair tersebut merupakan sebuah bentuk ajaran yang sudah ada sejak dulu, yang pada saat itu dekecam karna berhubungan dengan kepentingan public. Mungkin apabila lagu itu hanya di konsumsi untuk kalangan khusus maka tak akan ada hujatan. Walupun bagi saya lagu tersebut begitu dalam maknanya dan memang begitu adanya. Namun bukan karna kepentingan diri saya pribadi lirik dalam lagu itu saya benarkan sepenuhnya. Saya membenarkan sepenuhnya lirik dalam lagu Satu tapi saya tidak membenarkan penyebaranya untuk konsumsi orang-orang umum. Saya mencoba untuk menarik kesimpulan dari tulisan tentang ini, yaitu lagu merupakn sebuah luapan emosi seorang yang memiliki unsure pendidikan yang lauar biasa dan dapat mengalahkan pendidikan formal.

1 Komentar»

  juanda wrote @

bo ya tulasannya di edit dulu to mas,
biar yang bacanya juga sedep,
ga keganggu sama kata yang terbalik,
okeh………………..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: