<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dia-lah Satu Cahaya</title>
	<atom:link href="http://1cahaya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://1cahaya.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Mar 2009 09:40:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='1cahaya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/67410c28e63810e3fedba53b99f0d697?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Dia-lah Satu Cahaya</title>
		<link>http://1cahaya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://1cahaya.wordpress.com/osd.xml" title="Dia-lah Satu Cahaya" />
	<atom:link rel='hub' href='http://1cahaya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>4. Diantara Kebiasannya adalah Memulyakan Ilmu dan Ahli Ilmu</title>
		<link>http://1cahaya.wordpress.com/2009/03/14/4-diantara-kebiasannya-adalah-memulyakan-ilmu-dan-ahli-ilmu/</link>
		<comments>http://1cahaya.wordpress.com/2009/03/14/4-diantara-kebiasannya-adalah-memulyakan-ilmu-dan-ahli-ilmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 08:58:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pringputih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1cahaya.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana Syeikh Mursyid kita mengagungkan ilmu dan mengajarkan ilmu, beliau adalah satu-satunya manusia dimasa dan ditahunnya sebagai orang diatas orang yang berilmu, diatas ulama dan diatas orang yang paling berilmu . Allah tidak menciptakan dua matahari didunia, begitu juga menciptakan mujaddid yang memujaddidkan iman umat dizamnnya, tidak ada yang kedua untuk beliau yang serupa didalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1cahaya.wordpress.com&amp;blog=5017433&amp;post=107&amp;subd=1cahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<h1></h1>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-size:16pt;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;">Bagaimana Syeikh Mursyid kita mengagungkan ilmu dan<span> </span>mengajarkan ilmu, beliau adalah satu-satunya manusia dimasa dan ditahunnya sebagai orang diatas orang yang berilmu, diatas ulama dan diatas orang yang paling berilmu .</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Allah tidak menciptakan dua matahari didunia, begitu juga menciptakan mujaddid yang memujaddidkan iman umat dizamnnya, tidak ada yang kedua untuk beliau yang serupa didalam ilmu dan amalannya. (Kitab As Shilah baina al Tashawuf wa al Tasyi’ Bab 3 h : 466 ) karena guru mengajarkan ilmunya kepada para pelajar yang tidak tahu sesuatu dari ilmu, kecuali sesuatu diajarkan<span> </span>oleh Allah kepadanya, dan Alah telah menjelaskan dalam Al-Qur’an<span> </span>:</p>
<p><span id="more-107"></span></p>
<p>قل انما العلم عند الله وانما أنا نذير مبين. (الملك : 26)</p>
<p>“ Katakanlah “ sesungguhnya ilmu( tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah Dan sesungguhnya Aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”.( QS. Al-Mulk : 26)</p>
<p>dan firman Allah :</p>
<p>سبحانك لا علم لنا الا ما علمتنا انك انت العليم الحكيم . (البقرة : 32)</p>
<p>” Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada Kami; sesunguhnya hanya Eangkaulah yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana”. (Q.S Al-Baqarah:32)</p>
<p>Allah mengetahui bahwasannya muallim adalah wasilah antara Allah dan orang yang belajar sebagaiman firman Allah :</p>
<p>وعلمتم ما لم تعلموا أئتم ولما ئاباؤكم. (الأنعام : 91)<br />
” dan telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu telah mengetahuinya” (QS. Al-An’am : 91)</p>
<p>dan firman Allah  :</p>
<p>والله اخرجكم من بطون أمهاتكم لا تعلمون شيئا. (النحل : 78)</p>
<p>”Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun”. (QS. Al-Nahl : 78)</p>
<p>Semenjak ibumu melahirkan kamu sekalian sampai hari ini dan sampai hari akhir, mereka tidak mengetahui sesuatu kecuali apa yang telah Allah beritahu kepadamu dan apa yang telah diketahui olehmu dari ulama-ulama yang paling besar, mereka tidak mengetahui sesuatu , mereka tidak mengetahui sesuatu, mereka tidak mengetahui sesuatu.</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>وفوق كل ذي علم عليم . (يوسف : 76)</p>
<p>“Dan diatas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang Maha mengetahui”. (QS Yusuf : 76)</p>
<p>dan Allah mengetahui sebelum ada  lafazd “ya’lam” dan lafdz “ya’lam” diketahui setelah ada manusia yang mengatakan lafadz “ya’lam”, tetapi Allah mengangkat derajat orang yang beriman kepadanya dan yang berilmu. Rasulullah memerintahkan kepada kita untuk mencari ilmu sesuai dengan sabda Nabi SAW :</p>
<p>اطلبوا العلم ولو بالصين فان طلب العلم فريضة على كل مسلم. (رواه العقيلي وابن عدى والبيهقي)</p>
<p>“Carilah ilmu walaupun ke cina, maka sesungguhnya mencari ilmu adalah wajib bagi setiap muslim” (HR al Uqaili  dan Ibn ‘Ada dan Baihaqi)</p>
<p>Maksud  ilmu dalam hadits ini  adalah ilmu yang bermanfaat tidak untuk setiap ilmu, karena nabi meminta perlindungan dari ilmu yang tidak bermanfaat pada waktu berdo’a  dengan kalimat sebagai berikut :</p>
<p>اللهم انى اعوذبك من قلب لا يخشع ومن دعاء لا يسمع ومن نفس لا تشبع ومن علم لا ينفع اعوذبك من هاؤلاء الاربع. (رواه الترمذي والنسائ عن هبن عمر )</p>
<p>“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyu’, dari do’a yang tidak didengar, dari jiwa yang tidak kenyang, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat. Aku berlindung kepada-Mu dari semua yang empat.”(H.R. Turmudzi dan Nasa’I dari Ibn ‘Amir)</p>
<p>Ilmu bermanfaat adalah  ilmu hati. Sebagaimana  Rasulullah bersabda :</p>
<p>العلم علمان فعلم فى القلب فذالك العلم النافع, وعلم على اللسان فذالك حجة الله على ابن ادم. (رواه ابن ابي شيبه والحاكيم عن الحسن)</p>
<p>“ilmu ada dua, ilmu didalam hati yang merupakan ilmu bermanfaat dan ilmu di lisan saja hal itu hujjah Allah terhadap anak adam”. (HR. Ibn Abi Syaibah dan Hakim dari Hasan)</p>
<p>Dan Rasulullah bersabda :</p>
<p>العالم والعلم والعمل فى الجنة فاذا لم يعمل العالم بما يعلم كان العلم والعمل فى الجنة وكان العالم فى النار. (رواه الديلمي عن ابي هريرة)</p>
<p>”Orang yang berilmu dan beramal akan masuk surga, dan apabila orang berilmu  tidak beramal maka masuk neraka”.(HR. Dailami dari Abi Hurairah)</p>
<p>dan dari Umar bin Khathab r.a , bahwasannya Rasulullah bersabda :</p>
<p>ان العالم اذا لم يعمل بعلمه لعنة العلم من جوفه ويلعنه كل شيئ طلعت عليه الشمس وتكتب الحفظة كل يوم ختما  على صحيفته هذا عبد أيس من رحمة الله .</p>
<p>” Apabila orang berilmu tidak beramal dengan ilmunya maka ilmu itu  melaknatnya dari tenggorokkannya dan ilmu juga melaknat setiap sesuatu yang disinari matahari, setiap hari malaikat hafadzah menulis satu tamatan pada lembarannya. Dan ini adalah hamba yang jelek dari rohmat Allah.</p>
<p>Wahai Abdullah dan wahai orang yang menyia-nyiakan sayyidnya, barang siapa tidak mengamalkan  dengan ilmunya maka Allah melaknat, apabila mati Allah mencabut ruhnya dengan tidak bersyahadat. Dan diharamkan maut kepada orang yang beriman, mudah-mudahan Allah melindungi kita dari hal itu.<br />
Berkata Sayid Syekh Abdul Qadir Jaelani q.s kamu adalah buta, bagaimana kamu menuntun orang lain ? sedangkan  yang menuntun orang lain adalah tidak melihat karena penglihatan baginya adalah ilmu dan amal dan buta baginya adalah ilmu saja tapi tidak melakukanny, sebagaiman dalam kitab Taqwa’lim Muta’alim disebutkan bahwa :</p>
<p>فساد كبير عالم متهتك   #   واكبر منه جاهل متنسك</p>
<p>“Kerusakan yang besar adalah orang yang tidak melakukan<br />
dan yang paling besar adalah orang bodoh yang melakukan”</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>كبر مقتا عند الله أن تقولوا ما لا تفعلون . (الصف : 3)</p>
<p>” Amat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”.( QS Shaff : 3).</p>
<p>Mudah-mudahan Allah menjadikan kepada kami orang yang berilmu, beramal dan.. orang ikhlas. Firman Allah :</p>
<p>فنعم اجر العالمين. (الزمر : 74)</p>
<p>” Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal”. (QS. Azzumar : 74)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/1cahaya.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/1cahaya.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/1cahaya.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/1cahaya.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/1cahaya.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/1cahaya.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/1cahaya.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/1cahaya.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/1cahaya.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/1cahaya.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/1cahaya.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/1cahaya.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/1cahaya.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/1cahaya.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1cahaya.wordpress.com&amp;blog=5017433&amp;post=107&amp;subd=1cahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1cahaya.wordpress.com/2009/03/14/4-diantara-kebiasannya-adalah-memulyakan-ilmu-dan-ahli-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0458fa34518881ca9dfcf14f735554fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pringputih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Bagi  Orang beriman dan Berakal</title>
		<link>http://1cahaya.wordpress.com/2009/03/13/peringatan-bagi-orang-beriman-dan-berakal/</link>
		<comments>http://1cahaya.wordpress.com/2009/03/13/peringatan-bagi-orang-beriman-dan-berakal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 15:12:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pringputih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1cahaya.wordpress.com/2009/03/13/101/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal, (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu.&#8221;(At-Thalaq-10) Allah memperingati orang-orang yang beriman yang mempunyai akal tapi tidak tunduk kepada hukum-hukum Allah, Pengunaan akal tanpa ketundukan yang penuh dan iman yang kuat akan mengakibatkan kerusakan di bumi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1cahaya.wordpress.com&amp;blog=5017433&amp;post=101&amp;subd=1cahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal, (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu.&#8221;(At-Thalaq-10)</p>
<p>Allah memperingati orang-orang yang beriman yang mempunyai akal tapi tidak tunduk kepada hukum-hukum Allah, Pengunaan akal tanpa ketundukan yang penuh dan iman yang kuat akan mengakibatkan kerusakan di bumi. Logika dan Nash dapat menjadi satu  keserasian, hal itu bisa terjadi apabila pengunakaan akal di barengi dengan ketakwaan dan keimanan yang penuh kepada Allah dan tunduk terhadap hukum-hukumnya. Akal sering kali berbenturan dengan Wahyu, ia sering menegeluarkan bantahan-bantahan terhadap apa yang di katakana oleh Allah, seperti yang terjadi pada iblis ketika itu<br />
<span id="more-101"></span>&#8220;Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: &#8220;Sujudlah kamu semua kepada Adam&#8221;, lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: &#8220;Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?&#8221;(Al-Isra-61)<br />
Al Quran merupakan kitab suci yang mengandung hikmah, bagi kebanyakan umat islam Kemukjizata Al Quran  begitu terasa baik dalam kehidupan atau yang lainnya. Ayat-ayat  Al Quran bukan hanya menerangan tentang hukum, tatanan hidup, kebudayaan, ibadah tapi juga berbicara tentang keilmuan, Al Quran turun jauh sebelum sains dan teknologi di temukan  oleh manusia.<br />
Antara Perjalanan Isra Mi&#8217;raj Nabi Muhammad dan perjalanan Niel Amstrong  dengan Apollo XI membawa  realitas dan referensi yang sama yaitu dari Al quran tapi membawa nilai yang berbeda. Di saat perjalanan Isra mi&#8217;raj Nabi hal itu satu di anggap sebagai kedustaan belaka oleh kaum kafir.  Perjalanan Dari Masjidil  Haram ke Masjidil Aqsa dan di lanjutkan perjalanan hingga kepada Allah untuk mendapatkan sebuah kewajiban dari Allah yang berupa  Shalat bisa di katakana sutu kejadian yang sangat sulit di terima oleh nalar. Logika waktu yang berbicara pada waktu itu mengatakan berbeda dengan realitas perjalannan Isra Mi’raj Rasullah.<br />
Di saat itu nilai keimanan dan kepatuhan kepada rosul  menjadi satu keharusan yang sangat menonjol tanap harus membantah , dan ini juga salah satu upaya Allah untuk melihat sebesar apakah keimanan mereka kepada Allah dan Rasullnya. Bagi kebanyakan kaum kafir hal itu  sangat bertolak belakang dengan akal dan kemampuan untuk berlogika, hingga ada di antara mereka yang menganggap hal itu adalah mimpi Rasullah. Padahal kemampuan Allah itu lebih tinggi dan hebat  dari pada kemampuan berfikir manusia, hal ini jelas terlihat dari rentan waktu perjalanan isra Mi&#8217;raj, nilai waktu pada saat itu memang bertolak belakang dengan realitas waktu yang di tempuh kebanyakan orang,   tapi Allah memilih dan menghendaki Rosull untuk itu, Dalam firmanya:<br />
Surat Al Isra-1 Allah mengatakan bahwa &#8220;Memperjalankan&#8221;) bukan dengan kalimat &#8221; berjalan&#8221;, jadi ayat ini melambangkan bahwa Allah memilih dan menghendaki rosullah sebagai alat yang di perjalankan dalam  Isra Mi&#8217;raj, Logikanya seperti seorang anak kecil memainkan mobil-mobilan, di saat itu sifat mobil adalah benda mati yang tidak bisa bergerak apabila tidak di gerakan, lalu bergeraklah mobil itu oleh seorang anak kecil yang memainkanya. </p>
<p>Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: &#8220;Jadilah&#8221;. Lalu jadilah ia.(Al Baqarah-117)<br />
Kehendak Allah pun pernah di berikan kepada Siti Maryam, seorang  wanita tanpa di setubuhi oleh laki-laki dapat mengandung dan mempunyai seorang anak yaitu Nabi Isa a.s, hal ini tertera di  Al Quran surat Al Imron ayat 47</p>
<p>Maryam berkata: &#8220;Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun.&#8221; Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): &#8220;Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: &#8220;Jadilah&#8221;, lalu jadilah dia.<br />
Dan kejadian itupun sangat bertolak belakang dengan logika manusia. Lain lagi dengan perjalanan Niel Amstrong ke bulan, mereka para ilmuan dapat melakukan hal itu dengan mengunakan alat, yang di dapat karna pengunaan akal yang maksimal. Tapi apakah akal manusia mendahului ketetapan Allah sehingga kebenaran wahyu seakan di tinggalkan, padahal Allah telah berfirman<br />
&#8220;Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan&#8221;.(Ar-Rahman-33)<br />
Alangkah jelasnya Al Quran mengatakan tentang hal itu, Allah membuka dan memperlihatkan sesuatu yang sebelumnya akal tak sangup menembus, supaya manusia dapat mengambil suatu pelajaran bagi orang-orang yang berakal agar mereka berima dan bertakwa kepada Allah bukan Untuk menyombongkan diri .<br />
	Di antara watak manusia ialah menentang Allah dan mendustakan rosul dan ayat-ayat-Nya serta tertipu oleh kesenangan yang mereka dapati seperti penemuan ilmiah pada saat ini hingga mereka menganggap hanya akal sumber segalanya.</p>
<p>Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.(Al-&#8217;Anaam-44).<br />
(HL) </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/1cahaya.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/1cahaya.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/1cahaya.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/1cahaya.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/1cahaya.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/1cahaya.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/1cahaya.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/1cahaya.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/1cahaya.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/1cahaya.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/1cahaya.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/1cahaya.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/1cahaya.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/1cahaya.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1cahaya.wordpress.com&amp;blog=5017433&amp;post=101&amp;subd=1cahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1cahaya.wordpress.com/2009/03/13/peringatan-bagi-orang-beriman-dan-berakal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0458fa34518881ca9dfcf14f735554fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pringputih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DUA SAYAP YANG TERTINGGAL</title>
		<link>http://1cahaya.wordpress.com/2009/03/13/dua-sayap-yang-tertinggal/</link>
		<comments>http://1cahaya.wordpress.com/2009/03/13/dua-sayap-yang-tertinggal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 15:09:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pringputih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1cahaya.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[(hendri list) Langit masih berselimut mendung yang hitam, namun hujan belum juga datang, hanya butiran-butiran kecil air yang jatuh di permadani alam dan gemuruh yang berderi di langit biru, Di sampingku duduk seorang sahabat yang papa yang terjatuh dan patah serta tak tertahta, 1000 waktu ia coba untuk mengayun jejak langkahnya untuk menggapai cinta seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1cahaya.wordpress.com&amp;blog=5017433&amp;post=99&amp;subd=1cahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> <!--[if gte mso 10]&gt;--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-family:Arial;">(hendri list)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Langit masih berselimut mendung yang hitam, namun hujan belum juga datang, hanya butiran-butiran kecil air yang jatuh di permadani alam dan gemuruh yang berderi di langit biru, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Di sampingku duduk seorang sahabat yang papa yang terjatuh dan patah<span> </span>serta tak tertahta, 1000 waktu ia coba untuk mengayun jejak langkahnya untuk menggapai cinta seorang gadis yang ia kasihi dan cintai, sejuta harapan terukir dalam pusara hatinya<span id="more-99"></span>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Ini adalah sebuah kisah 1000 waktu yang di lalaui sahabatku, sahabat yang terjatuh bukan karna cinta tapi karna ego yang di punya, ketika terompet telah bersuar dermaga hatinya mulai menanti jawaban, jawaban atas sebuah pertanyaan yang ia panjatkan kepada seorang kekasih yang ia pilih. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Siang dan malam sertakan waktu ia slalu saja memuja dan menyanjungnya,” wahai malam di mana aku dapat menemukan wajah ayu, wahai sabit yang melengkung menawan tunjukan di mana bisa ku temukan senyum manis”, seraya mereka menjawab,” kau kan temukan di tambatan hatimu ”.Hatinya kini merasa lebih tak tertahta lagi, dalam jiwanya piala kemenangan pasti termiliki.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Sekejap waktu berlalu begitu cepat bayangan sang kekasih masih slalu di sampingnya, kadang di waktu senggang ia menilik di balik kaca jendela dan melayangkan pandang kealam bebas, dia berharap tambatan hati melintas di depanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Di tempat belajar sering kali sang sahabat di sana, melihat wajah pujaanya 1000 kata seakan tlah tertahta di mulutnya ia coba untuk mendekat di samping tubuhnya dan ia mulai berkata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Bagi waktu cinta memang hal yang tak bisa di uangkapkan satu jam serasa sewindu dan itulah yang di rasakan oleh sahabatku yang papa, rindu adalah hal yang indah bagi para pecinta tapi tuhan memang adil untuk hal ini, membentuk cinta bersamaan dengan rindunya layaknya gula yag melebur dengan air, meski tak senyawa namun dapat menyatu, bagi cinta ia tak memandang kedudukan, ia tak menyuka keindahan dia hanya cintai cinta karna itu adalah akhir tempat yang terindah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Malam kini tampak tak bersahabat, namun ada keindahan di balik itu, kini sang pujaan dekat dengan pemujanya, menghadiri pesta<span> </span>sahabatnya, di atas meja telah tersuguh makanan dan minuman yang nikmat, anggur dan roti kering juga tersedia, kini cawan-cawan sudah saling berdentingan bak lonceng yang berderai, suara canda tawa pun menyelimuti ruangan itu , tak sadar waktu sudah tampak larut sang sahabat dengan mulut yang bergetar membisikan katanya kepada sang pujaan “wahai kau gadis izinkan aku untuk mengajakmu pergi walau sejenak, karna ada kata yang ingin ku beri untukmu”.Dengan kuda hitam pekat mereka pergi menyusuri malam, sang sahabat menghentikan laju kuda dan bergegas turun dari pundaknya di sertai dengan menyuguhkan tanganya kepada sang pujaan, dengan bahasa tubuhnya ia mengisyaratkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">“Waktu memang melaju, namun cinta malah lebih mangikatku untuk itu, di hati ada mimpi yang belum kusempurnakan, mimpi tuk memilikimu, Wahai kau gadis<span> </span>maukah kau sempurnakan mimpiku?” Lalu sang pujaan meminta untuk menanti jawabannya lusa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Mentari tlah jauh memucuk ke angkasa, kini sang sahabat telah menunggu jawaban atas pertanyaanya yang dia tuju kepada sang pujaan. Tampaknya bila pandaangan kita melihat keadaan saat ini pastilah piala kemenangan yang akan di dapati oleh sahabatku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Kini tlah tampak sang tambatan hati, ia bergegas menghampiri sang pengemis kata dan mulailah ia menjawab pertanyaan waktu itu. Bagai hujan di waktu terik, hatinya terasa tercabik binatang buas yang bergigi beringas,” alam fikirannya tak mengerti sesaat setelah mendengar jawaban itu, baginya jawaban itu akan menjadi kewajaran<span> </span>apa bila sang tambatan hati<span> </span>tak bisa sempurnakan mimpinya tuk saat ini, tapi mengapa dengan cinta, hatinya ternyata mengagumi temanku, teman yang tak ku sangka bisa lulukan hatimu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Saat in jiwa sahabatku terbebani oelh beban yang tak terkira beratnya. Tatkala itu ia berada di taman belajar, pandangan matanya jatuh ke<span> </span>wajah sang teman, hatinya saat melaburkan dua rasa yang berbeda, mukanya merah memarah, dua bentuk giginya saling di adukan dan alam fikiranya mulai membias namun terhimpit. Kini waktu mulai menggandeng mentari mengembalikan ia ke peraduanya, sahabatku dengan telanjang dada dan kaki yang tak beralas melancong melintasi taman-taman yang indah di kota tua, tubuh kurusnya tak merasa hawa yang dingin telapak kakinya pun tak merasa sakit meski kerikil-kerilil tajam berditi tegak di bawah telapak kakinya, sambil ia berjalan, mulutnya tak henti-hentinya berkata:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-family:Arial;">“ Wahai tuhan, kau kini ada di mana. Hambamu kini telah terjatuh di samudra cinta hinga tengelam di dalamnya.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-family:Arial;">Kekasihku jauh dari hidupku, Jauh….jauh sekali, namun begitu dekat di hati ini hingga tak butuh jarak untuk itu.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-family:Arial;">Temanku membisik dalam jerami malam, kekasihku mendengar dalam isakan, mereka mengenal dan memandang hingga cinta menjadi hinggapan.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-family:Arial;">Tambatan hatiku jauh oleh temanku, tapi bukan oleh temanku ia jauh dan bukan pula karna cinta.”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-family:Arial;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Sahabatku kini berhenti berjalan dan bicara, pandangan matanya ia layangkan jauh ke atas langit yang tampak mendung, ia sejenak tegap berdiri dan diam, bibirnya kini mulai bergetar tampaknya ada puluhan kata yang akan ia kasidahkan, tak lama kemudian ia berucap kembali:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">“<em>Hai.. kau langit yang terhamparluas, usah kau tersenyum menertawaiku, karna ini adalah garis hidupku yang tuhan telah titikan padaku, ini bukan mauku, tapi aku meski mengindahkanya dan itupun butuh waktu yang lama. </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-family:Arial;">Wahai cinta yang bersemayam di singgasana<span> </span>izinkan aku untuk menjadi kekasihmu, kekasih yang kau kasihi, kalau tidakpun biarlah aku dapat belajar mencintai cinta.<span> </span></span></em><span style="font-family:Arial;">”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-family:Arial;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/1cahaya.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/1cahaya.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/1cahaya.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/1cahaya.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/1cahaya.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/1cahaya.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/1cahaya.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/1cahaya.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/1cahaya.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/1cahaya.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/1cahaya.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/1cahaya.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/1cahaya.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/1cahaya.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1cahaya.wordpress.com&amp;blog=5017433&amp;post=99&amp;subd=1cahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1cahaya.wordpress.com/2009/03/13/dua-sayap-yang-tertinggal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0458fa34518881ca9dfcf14f735554fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pringputih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERISAI HIDUP</title>
		<link>http://1cahaya.wordpress.com/2009/03/13/perisai-hidup/</link>
		<comments>http://1cahaya.wordpress.com/2009/03/13/perisai-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 15:04:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pringputih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1cahaya.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[PERISAI HIDUP (Chendri list) Bagiku menulis ini lebih dari satu keadaan yang tak terbatas, ini adalah peristiwa yang terhalang oleh persimpangan. Aku adalah bentuk yang hampir menyerupai kamu, aku adalah pengetahuan yang terhalang oleh keangkuhan, aku adalah sisi lain dari dirinya. Dalam satu masa kau ketahui aku namun dalam keadaan lain hanya aku yang mengetahui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1cahaya.wordpress.com&amp;blog=5017433&amp;post=96&amp;subd=1cahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt;-->  <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-family:Arial;">PERISAI HIDUP</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-family:Arial;"><span> </span>(Chendri list)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Bagiku menulis ini lebih dari satu keadaan yang tak terbatas, ini adalah peristiwa yang terhalang oleh persimpangan. Aku adalah bentuk yang hampir menyerupai kamu, aku adalah pengetahuan yang terhalang oleh keangkuhan, aku adalah sisi lain dari dirinya. Dalam satu masa kau ketahui aku namun dalam keadaan lain hanya aku yang mengetahui dirimu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Suatu malam malaikat kecil mendatanggiku, ia turun bari langit dengan menggunakan sayap yang begitu lebar dan berwarna putih, sayapnya tak seperti sayap yang pernah kita lihat. Sang malikat menghampiriku, di genggaman tanganya ada mambawa lentera dan satu buku kecil, ia mulai melangkah datangi aku dengan raut wajah yang begitu menawan, di belakang pundaknya terlihat cahaya terang mengikutinya, kini ia di depanku dan berkata,”Cinta tak akan mengambil apa-apa dari engkau dia juga tak memberi apa-apa dari engkau karna cinta hanya untuk cinta”.sekejap ia menghilang dari hadapanku, cepat sekali “labih cepat dari kilatan cahaya”. Tuhan menciptakan aku dan ia begitu berbeda, aku dapat melihatmu untuk saat ini namun ia tak begitu. Tuhan kini menyuruh hatiku untuk berlabuh di demaga hatinya, menyusuri jalan pantai untuk sampai kerumahmu, tapi aku baru tersadar betapa bodohnya diri ini , jalanpun aku tak tau mana mungkin aku dapat mengetuk pintu hatimu dan memberi salam sayang padamu. Kini aku masih di tepi pantai duduk memandang jagad raya yang begitu rupawan, kulihat angin yang elok bermain dengan ombak<span> </span>berlarilarian menuju kerinduanya, kerinduan dengan pantai asmara, namun tatkala sang ombak telah terbimbing oleh angin dan sampai ke bibir pantai lalu mendekapnya seketika itu pula ia lekas pergi kembali bergerumun menuju samudra luas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Aku tak bisa berhadapan denganya, karna<span> </span>tubuhku akan menjadi kaku dan bergetar saat langsung melihatnya, kadang aku hanya melihat dari balik tirai yang ia adakan, kadang pula aku melihatnya dari kerudung putih ala mini. Satu waktu aku menghapus gambarnya yang aku peroleh dari kawanku, dengan pena hitam aku hitamkan gambarmu dan dengan bara api aku hanguskan sampai melebur manjadi abu, Namun apa yang ku dapat? Alam fikiranku slalu saja menghimpun wajahnya kembali dan menyuguhkannya lagi di benaku lebih cantik, rupawan dan sempurna. Alam kini menbuat satu kidung untukku, simfoni tentang aku, alam membuka kidung itu dan mendengarkanya padakau hanya dua waktu, saat di tepi pantai ketika fajar menyingsing dan kenbali pulang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Kalau waktu bolehkan aku untuk berdekatan dengannya, akan ku gandeng lengannya dan berjalan telanjang kaki menuju cahaya itu, sambil ku lantunkan do’a </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">“Ya tuhan telah kau dekatkan aku padanya, aku kini tlah di hibur dengan cahaya matanya, seperti kau hiasi langit pada malam itu”. Kini aku hanya akan menunggu satu keajaiban yang tuhan beri kepadaku lalu memberi pengetahuaan kepadanya dengan menuntun hatinya untuk ketahuai aku. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">Saat malam sosok samarnya slalu di sini berbaring, tersenyum dan berdendang di sampingku,lalu aku juga slalu menyanyikan lullabi untuknya untuk dirinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;">“Rebahkan tubuhmu di permadani ini , sampai esok tiba hingga simfoni mimipi menghampiriku, usah kau takut pada langit yang gelap karna aku akan salu menjaga dirimu. Sejenak ku beranjak pergi untuk redupkan lentera yang ada di bilik kamarku dan akan aku tutup tirai itu agar tubuhmu tak terjamah oleh angin malam, kini aku ada di sampingmu kembali, tidurlah di dadaku dan cobalah untuk memejamkan mata sedalm samudra cinta. Moga kini kau dapat tertidur lelep dan bermimipilah di taman yang indah wahai kekasih yang belum termilik” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/1cahaya.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/1cahaya.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/1cahaya.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/1cahaya.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/1cahaya.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/1cahaya.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/1cahaya.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/1cahaya.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/1cahaya.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/1cahaya.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/1cahaya.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/1cahaya.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/1cahaya.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/1cahaya.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1cahaya.wordpress.com&amp;blog=5017433&amp;post=96&amp;subd=1cahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1cahaya.wordpress.com/2009/03/13/perisai-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0458fa34518881ca9dfcf14f735554fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pringputih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MUKADIMAH</title>
		<link>http://1cahaya.wordpress.com/2009/03/13/mukadimah/</link>
		<comments>http://1cahaya.wordpress.com/2009/03/13/mukadimah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 14:59:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pringputih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1cahaya.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[MUKADIMAH (hendri list) Ada masanya manusia tak mau berkata, ada pula masanya manusia tertawa terbahak-bahak, hingga ia mengeluarkan percikan air mata. Senyum seringkali menjadi obat penenang hati, kadang pula menjadi tempat bersembunyi rasa kesal yang datang. Ada masanya manusia berhadapan dengan hiruk pikuk dunia fana, ada masanya manusia itu beranjak pergi dari situ, malam berdendang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1cahaya.wordpress.com&amp;blog=5017433&amp;post=93&amp;subd=1cahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<h1 style="text-align:center;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">MUKADIMAH</span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:&quot;">(hendri list)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Ada masanya manusia tak mau berkata, ada pula masanya manusia tertawa terbahak-bahak, hingga ia mengeluarkan percikan air mata. Senyum seringkali menjadi obat penenang hati, kadang pula menjadi tempat bersembunyi rasa kesal yang datang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Ada masanya manusia berhadapan dengan hiruk pikuk dunia fana, ada masanya manusia itu beranjak pergi dari situ, malam berdendang dengan bahasanya, kelam terpaut sepi hitam namun bercahaya, tuhan menggengam keadaan itu, ia memutar balikan keadaaan dalam kehendaknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Wanita dan lelaki menautkan hati di rahim bumi yang belum mereka ketahui, hingga waktu enggan berkata-kata, ia hanya berjalan dalam tuntunan rasa. Wanita dan lelaki berjalan menyusuri kebun anggur sambil bercumbu merayu, indah, mereka terbuai dalam samudra yang fana, dalam hati manusia telah di adakan rasa yang begitu luar biasa, cinta, benci, senang, sedih dan ribuan rasa yang di rasakan manusia. Selendang sutra tlah menutupi hati para pecinta, bercinta dalam ruang mereka, bukan kata lagi yang mereka utarakan tapi perasaan yang mereka mainkan, waktu jadi saksi saat itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Alam ini tlah menghamparkan ribuan keadaan. Ada tambatan hati yang ingin di mengerti oleh sang penambat, namun sang penambat sukar untuk mengerti apa yang di ingini sang tambatan. Di selang waktu tambatan hati menari dan bermain-main dalam ruang yang sempit namun tak terbatas, kadang wajahnya menumbuhkan esensi yang indah, ucapanya<span> </span>menuntun segala peraduan menjadi keindahan. Wanita ingin di mengerti, sedang lelaki?.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Diam bukan hayalan, perkataan bukan hanya ucapan, ada makna di balik itu semua, hati sang lelaki saat ini masih mencari penuntun hidup, ia tak malu belajar pada wanita, karna ia juga pernah belajar pada orang yang bodoh. Ada sang tambatan hati yang ia banggakan untuk itu, namun sang tambatan hati tlah mabuk dan tenggelam di dunianya, sang lelaki kadang kala diam kadang pula berkata pada sang tambatan “<em>padamkan api itu sebelum api itu membakar seluruh kapas ini</em>”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">Lihat matahari itu, kini ia tlah memucuk sebentar lagi ia akan pulang kebelahan jagad raya yang lainya.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:Wingdings;"><span>]</span></span></em><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">“Wahai Tuhan tegakkanlah tubuhku dan adakanlah<span> </span>sayap untukku agar aku dapat mengepakanya dan<span> </span>terbang jauh menjemputnya di sana, akan ku papah dirinya di bahuku lalu terbang tinggi ke angkasa, kan ku bimbing ia untuk memelukku erat-erat agar tak terjatuh dan jauh.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;"><span> </span></span></em><em><span style="font-family:Wingdings;"><span>]</span></span></em><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">Bulan kini meredup menutupi dirinya dengan awan hitam saat melihat itu, keadaan langit menjadi gelap, namun aku dapat jelas melihat raut muka sang kekasih lewat cahanya matanya”.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Wingdings;"><span>]</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">Wahai Tuhan tunjukan jalan agar aku dapat memasuki ruang hatinya, agar aku dapat mengetahui apa yang ia rasakan saat ini dan kelak nanti dan agar aku mengetahiu kebenaran tentang hal hang masih aku pertanyakan.<span> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Wingdings;"><span>]</span></span><span style="font-family:&quot;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">Sepenggalan kata benyak ku alunkan</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">Lewat perantara mulutku dan tulisanku </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">Ada kesadaran yang terbatas di situ</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">Aku bukan Qays yang mendamba laila dengan seperti itu</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">karna aku belum mampu..</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Wingdings;"><span>]</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">Bukan penulis yang bodoh </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">belajar menilik<span> </span>dirinya lewat perantara sang<span> </span>kekasihnya.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;"><span> </span></span></em><span style="font-family:Wingdings;"><span>]</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">Beberapa perempuan menyebutku si angkuh</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">itu bukan jubah yang kusuka wahai kekasih</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">jika angkuh itu tak baik di mata mu tentu akan lebih tidak baik di mata saudaraku</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">katakan tak usah malu, apa yang sebaiknya ku lakukan?.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Wingdings;"><span>]</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">Ada keadaan yang masih kunanti, keajaiban tuhan yang ku tunggu. Kuringankan langkah kakiku saat berdekatan dengan sang tambatan hati, ku pelankan ucapanku saat itu lirih semakin lirih dan tak lama kemudian hilang terbekap dalam ruang itu. Diam bukan berarti tak berkata, bersuara bukan berarti tak memuja.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Wingdings;"><span>]</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">Kalbuku tlah ku suguhkan agar menjadi penawar hatinya</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">cinta masuk kehati ini tanpa kami undang</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">ia masuk seperti penyamun yang mahir</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">tak tampak namun terasa.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Wingdings;"><span>]</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">Di raut wajahmu ada hal yang kau sembunyikan hingga senyum itu enggan kau tunjukan. Cinta berkata padaku lewat perantara matamu Ia bagai ilham langit yang menerobos dan bersemayam di hatiku, Ia duduk dan menunggu hingga aku mengerti apa yang ia utarakan, namun bukan aku menjadi mengerti malah alam fikiranku samakin tak mengerti. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">Sore itu sang tambatan hati mengeluhkan rasa sakit yang ia derita, jika saja aku seorang tabib tentu aku akan obati sang tambatan hati itu dengan penawarnya.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Wingdings;"><span>]</span></span><em><span style="font-family:&quot;"><span> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">Mukadimah hati dalam kasidah cinta membuat manusia menari dan bernyayi dalam taman sang nabi, mabuk karna anggur yang tlah tertuangkan di cawan yang di sajikan para sang pecinta, tertidur di permadani yang terhampar luas di bawah singgasananya. Cinta berawal di alam lahut cinta barakhir pula di alam lahut. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/1cahaya.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/1cahaya.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/1cahaya.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/1cahaya.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/1cahaya.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/1cahaya.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/1cahaya.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/1cahaya.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/1cahaya.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/1cahaya.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/1cahaya.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/1cahaya.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/1cahaya.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/1cahaya.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1cahaya.wordpress.com&amp;blog=5017433&amp;post=93&amp;subd=1cahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1cahaya.wordpress.com/2009/03/13/mukadimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0458fa34518881ca9dfcf14f735554fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pringputih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://1cahaya.wordpress.com/2009/03/13/89/</link>
		<comments>http://1cahaya.wordpress.com/2009/03/13/89/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 14:53:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pringputih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1cahaya.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[I. PENDAHULUAN a. Latar Belakang Masalah Manusia dikenal sebagai makhluq berfikir. Dan hal inilah yang menjadikan manusia istimewa dibandingkan makhluq lainnya. Kemampuan berpikir atau daya nalar manusialah yang menyebabkannya mampu mengembangkan pengetahuan. Dia mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk, yang indah dan yang jelek. Secara terus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1cahaya.wordpress.com&amp;blog=5017433&amp;post=89&amp;subd=1cahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN">I.</span></strong><span style="font-size:7pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><strong><span style="color:black;" lang="IN">PENDAHULUAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN">a.</span></strong><span style="font-size:7pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><strong><span style="color:black;" lang="IN">Latar Belakang Masalah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Manusia dikenal sebagai makhluq berfikir. Dan hal inilah yang menjadikan manusia istimewa dibandingkan makhluq lainnya. Kemampuan berpikir atau daya nalar manusialah yang menyebabkannya mampu mengembangkan pengetahuan. Dia mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk, yang indah dan yang jelek. Secara terus menerus manusia diberikan berbagai pilihan. Dalam melakukan pilihan ini manusia berpegang pada pengetahuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Pengetahuan ini mampu dikembangkan manusia disebabkan dua hal utama, yaitu: <em>pertama,</em> manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. <em>Kedua, </em>kemampuan berfikir menurut suatu kerangka berfikir tertentu. Kedua faktor diatas sangat berkaitan erat. Terkadang sebagian manusia begitu sulit untuk mengkomunikasikan informasi, pengetahuan dan segala yang ingin dikomunikasikannya. Hal ini salah satunya dikarenakan tidak terstrukturnya kerangka fikir. Kerangka fikir akan terstruktur ketika obyek dari apa yang ingin dikomunikasikan jelas. Begitupun ilmu pengetahuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Ilmu pengetahuan memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;color:black;" lang="IN">§</span><span style="font-size:7pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><span style="color:black;" lang="IN">Adanya aktifitas berfikir, meneliti dan menganalisa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;color:black;" lang="IN">§</span><span style="font-size:7pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><span style="color:black;" lang="IN">Adanya metode tertentu dan sistematika tertentu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;color:black;" lang="IN">§</span><span style="font-size:7pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><span style="color:black;" lang="IN">Adanya obyek tertentu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Berpikir, meneliti dan menganalisa adalah proses awal dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Dengan berpikir, seseorang sebenarnya tengah menempuh satu langkah untuk medapatkan pengetahuan yang baru. Aktivitas berpikir akan membuahkan pengetahuan jika disertai dengan meneliti dan menganalisa secara kritis terhadap suatu obyek.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> Obyek tertentu merupakan syarat mutlak dari suatu ilmu. Karena obyek inilah yang menentukan langkah-langkah lebih lanjut dalam pengupasan lapangan ilmu pengetahuan itu. Tanpa adanya obyek tertentu maka dapat dipastikan tidak akan adanya pembahasan yang mapan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Metode merupakan hal yang sama pentingnya dalam lapangan ilmu pengetahuan. Tanpa adanya metode yang teratur dan tertentu, penyelidikan atau pembahasan kurang dapat dipertanggungjawabkan dari segi keilmuan. Dari segi metode inilah akan terlihat ilmiah tidaknya suatu penyelidikan atau pembahasan itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN">b.</span></strong><span style="font-size:7pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><strong><span style="color:black;" lang="IN">Pembatasan Masalah dan Rumusan Masalah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Permasalahan-permasalahan mengenai ilmu pengetahuan sangatlah luas. Seperti: aktivitas berpikir seperti apakah yang dapat menimbulkan ilmu pengetahuan? Apakah yang menjadi obyek dalam ilmu pengetahuan? Metode dan analisis yang bagaimana yang memenuhi standar dapat diterimanya <em>conclusi</em> seseorang sebagai ilmu pengetahuan? Apakah syarat dapat diterimanya seseorang sebagai ilmuwan? Dan sebagainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> Dalam makalah ini, akan dibahas mengenai apa yang menjadi obyek ilmu pengetahuan. Penulis akan lebih memfokuskan pembahasan tentang apa yang dimaksud dengan obyek material dan obyek formal ilmu pengetahuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN">II.</span></strong><span style="font-size:7pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><strong><span style="color:black;" lang="IN">PEMBAHASAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN">a.</span></strong><span style="font-size:7pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><strong><span style="color:black;" lang="IN">Manusia dan Ilmu Pengetahuan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Benarkah bahwa semakin kita bertambah cerdas maka semakin pandai kita menemukan  kebenaran? Apakah manusia yang memiliki penalaran tinggi, lalu makin berbudi, sebab moral mereka dilandasi analisis yang hakiki, ataukah sebaliknya, <span style="text-decoration:underline;">makin cerdas maka makin pandai pula kita berdusta?.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Demikianlah beberapa pertanyaan yang diajukan Jujun S Suriasumantri dalam bukunya: <em>Filsafat Ilmu, Sebuah Pengantar Populer. </em>Pertanyaan ini beliau ajukan dalam mukadimahnya mengenai ilmu dan moral. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Tidak bisa dipungkiri, memang, bahwa peradaban manusia sangat berhutang pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Berkat kemajuan dalam bidang ini, maka pemenuhan kebutuhan manusia bisa dilakukan secara lebih cepat dan lebih mudah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Pengetahuan merupakan khazanah kekayaan mental yang secara langsung atau tidak langsung turut memperkaya kehidupan kita. Sukar dibayangkan bagaimana kehidupan manusia seandainya pengetahuan itu tidak ada, sebab, pengetahuan merupakan sumber jawaban bagi berbagai pertanyaan yang muncul dalam kehidupan. Tiap jenis pengetahuan pada dasarnya menjawab jenis pertanyaan tertentu yang diajukan. Oleh sebab itu, agar kita dapat memanfaatkan segenap pengetahuan kita secara maksimal, maka harus kita ketahui jawaban apa saja yang mungkin bisa diberikan oleh suatu pengetahuan tertentu. Atau dengan kata lain, perlu kita ketahui kepada pengetahuan yang mana suatu pertanyaan tertentu harus kita ajukan. Untuk itulah kita perlu mengetahui apa yang menjadi obyek material dan obyek formal suatu ilmu pengetahuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN">b.</span></strong><span style="font-size:7pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><strong><span style="color:black;" lang="IN">Obyek Material dan Obyek Formal Ilmu Pengetahuan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">“No problem, no science”. Ungkapan Archi J Bahm ini seolah sederhana namun padat akan makna. Dari ungkapan ini kita bisa mengetahui bahwasanya ilmu pengetahuan muncul dari adanya permasalahan tertentu. Ilmu pengetahuan, menurut Bahm, diperoleh dari pemecahan suatu masalah keilmuan. Tidak ada masalah, berarti tidak ada solusi. Tidak ada solusi berarti tidak memperoleh metode yang tepat dalam memecahkan masalah. Ada metode berarti ada sistematika ilmiahPermasalahan merupakan obyek dari ilmu pengetahuan. Permasalahan apa yang coba dipecahkan atau yang menjadi pokok bahasan, itulah yang disebut obyek. Dalam arti lain, obyek dimaknai sebagai sesuatu yang merupakan bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Setiap ilmu pengetahuan pasti mempunyai obyek. Obyek dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu: Obyek material dan obyek formal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Yang disebut <strong>obyek material</strong> adalah sasaran material suatu penyelidikan, pemikiran atau penelitian ilmu Sedangkan menurut Surajiyo dkk. obyek material dimaknai dengan suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan. Obyek material juga berarti hal yang diselidiki, dipandang atau disorot oleh suatu disiplin ilmu. Obyek material mencakup apa saja, baik yang <em>konkret</em> maupun yang <em>abstrak</em>, yang <em>materil</em> maupun yang <em>non-materil</em>. Bisa pula berupa hal-hal, masalah-masalah, ide-ide, konsep-konsep dan sebagainya. Misal: objek material dari sosiologi adalah manusia. Contoh lainnya, lapangan dalam logika adalah <span style="text-decoration:underline;">asas-asas yang menentukan pemikiran</span> yang lurus, tepat, dan sehat. Maka, berpikir merupakan obyek material logika.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Istilah obyek material sering juga disebut pokok persoalan <em>(subject matter). </em>Pokok persoalan ini dibedakan atas dua arti, yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;color:black;" lang="IN">§</span><span style="font-size:7pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><span style="color:black;" lang="IN">Pokok persoalan ini dapat dimaksudkan sebagai bidang khusus dari penyelidikan faktual. Misalnya: penyelidikan tentang atom termasuk bidang fisika; penyelidikan tentang <em>chlorophyl </em>termasuk penelitian bidang botani atau bio-kimia dan sebagainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;color:black;" lang="IN">§</span><span style="font-size:7pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><span style="color:black;" lang="IN">Dimaksudkan sebagai suatu kumpulan pertanyaan pokok yang saling berhubungan. Misalnya: anatomi dan fisiologi keduanya berkaitan dengan struktur tubuh. Anatomi mempelajari strukturnya sedangkan fisiologi mempelajari fungsinya. Kedua ilmu tersebut dapat dikatakan memiliki pokok persoalan yang sama, namun juga dikatakan berbeda. Perbedaaan ini dapat diketahui apabila dikaitkan dengan corak-corak pertanyaan yang diajukan dan aspek-aspek yang diselidiki dari tubuh tersebut. Anatomi mempelajari tubuh dalam aspeknya yang statis, sedangkan fisiologi dalam aspeknya yang dinamis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN">Obyek formal</span></strong><span style="color:black;" lang="IN"> adalah pendekatan-pendekatan secara cermat dan bertahap menurut segi-segi yang dimiliki obyek materi dan menurut kemampuan seseorang. Obyek formal diartikan juga sebagai sudut pandang yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan itu, atau sudut pandang darimana obyek material itu disorot. Obyek formal suatu ilmu tidak hanya memberikan keutuhan ilmu, tetapi pada saat yang sama membedakannya dari bidang-bidang lain. Suatu obyek material dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang sehingga menghasilkan ilmu yang berbeda-beda. Oleh karena itu, akan tergambar lingkup suatu pengetahuan mengenai sesuatu hal menurut segi tertentu. Dengan kata lain, “tujuan pengetahuan sudah ditentukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Misalnya, obyek materialnya adalah “manusia”, kemudian, manusia ini ditinjau dari sudut pandang yang berbeda-beda sehingga ada beberapa ilmu yang mempelajari manusia, diantaranya: psikologi, antropologi, sosiologi dan sebagainya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN">c.</span></strong><span style="font-size:7pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><span style="color:black;" lang="IN"> <strong>Implikasi Obyek Material dan Obyek Formal </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Persoalan-persoalan umum (implikasi dari obyek material dan obyek formal) yang ditemukan dalam bidang ilmu khusus itu antara lain sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;color:black;" lang="IN">§</span><span style="font-size:7pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><span style="color:black;" lang="IN">Sejauh mana batas-batas atau ruang lingkup yang menjadi wewenang masing-masing ilmu khusus itu, dari mana ilomu khusus itu dimulai dan sampai mana harus berhenti.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;color:black;" lang="IN">§</span><span style="font-size:7pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><span style="color:black;" lang="IN">Dimanakah sesungguhnya tempat-tempat ilmu khusus dalam realitas yang melingkupinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;color:black;" lang="IN">§</span><span style="font-size:7pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><span style="color:black;" lang="IN">Metode-metode yang dipakai ilmu tersebut berlakunya sampai dimana.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;color:black;" lang="IN">§</span><span style="font-size:7pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><span style="color:black;" lang="IN">Apakah persoalan kausalitas (hubungan sebab-akibat yang berlaku dalam ilmu ke-alam-an juga berlaku juga bagi ilmu-ilmu sosial maupun humaniora. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="EN-CA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN">III.</span></strong><span style="font-size:7pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><strong><span style="color:black;" lang="IN">KESIMPULAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Dewasa ini, corak dan ragam ilmu pengetahuan sangatlah banyak. Corak dan ragam yang berbeda-beda ini timbul karena adanya perbedaan cara pandang dalam memahami obyek ilmu pengetahuan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Obyek ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang merupakan bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan. Inti pembahasan atau pokok persoalan dan sasaran material dalam ilmu pengetahuan sering disebut sebagai obyek material ilmu pengetahuan. Sedangkan cara pandang atau pendekatan-pendekatan terhadap obyek material ilmu pengetahuan biasa disebut sebagai obyek formal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Dari berbeda-bedanya obyek ilmu pengetahuan ini, timbullah ragam dan corak ilmu pengetahuan. Dengan mengetahui obyek material dan obyek formal ilmu pengetahuan kita dapat mengetahui bidang keilmuan apakah yang dimungkinkan dapat memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dan permasalahan yang kita miliki. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN">IV.</span></strong><span style="font-size:7pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span><strong><span style="color:black;" lang="IN">DAFTAR PUSTAKA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:.25in;line-height:200%;"><span style="color:black;" lang="IN">Fauzi, Ahmad. 1999. <em>Psikologi Umum. </em>Bandung: Pustaka Setia. </span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:.25in;line-height:200%;"><span style="color:black;" lang="IN">Bahm, Archi J. 1980. <em>What is Science?. </em>New Mexico: Al-buquerque. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:200%;"><span style="color:black;" lang="IN">Surajiyo, dkk. 2006. <em>Dasar-dasar Logika</em>. Jakarta: Bumi Aksara. </span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:.25in;line-height:200%;"><span style="color:black;" lang="IN">Suhartono, Suparlan. 2004. <em>Dasar-dasar Filsafat. </em>Yogyakarta: Ar-Ruzz. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Suriasomantri, Jujun S. 1996. <em>Filsafat Ilmu, Sebuah Pengantar Populer. </em>Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Mustansyir, R dan Munir M. 2003. <em>Filsafat Ilmu. </em>Yogyakarta: Pustaka Pelajar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Tim Dosen Filsafat UGM. 2003. <em>Filsafat Ilmu: Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu Pengetahuan.</em> Yogyakarta: Liberty.</span></p>
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1"></a><a href="http://cahyaulumuddin.multiply.com/journal/item/19#_ftnref1"><span><span style="color:black;" lang="IN">http://cahyaulumuddin.multiply.com/journal/item/19 &#8211; _ftnref1</span></span></a><span style="color:black;" lang="IN">Dra. H. Ahmad Fauzi. <em>Psikologi Umum. </em>(Bandung: Pustaka Setia). Hal: 10.</span></p>
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn2"></a><a href="http://cahyaulumuddin.multiply.com/journal/item/19#_ftnref2"><span><span style="color:black;" lang="IN">http://cahyaulumuddin.multiply.com/journal/item/19 &#8211; _ftnref2</span></span></a><span style="color:black;" lang="IN">Archi J Bahm. <em>What is Science?. </em>1980 (New Mexico: Al-buquerque). Hal: 1</span></p>
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn3"></a><a href="http://cahyaulumuddin.multiply.com/journal/item/19#_ftnref3"><span><span style="color:black;" lang="EN-CA">http://cahyaulumuddin.multiply.com/journal/item/19 &#8211; _ftnref3</span></span></a><span style="color:black;" lang="IN">Drs. Surajiyo,. Drs. Sugeng Astanto, M.Si,. Dra. Sri Andiani. D<em>asar-dasar Logika. </em>2006. (Jakarta: Bumi Aksara). Hal: 11.</span></p>
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn4"></a><a href="http://cahyaulumuddin.multiply.com/journal/item/19#_ftnref4"><span><span style="color:black;" lang="EN-CA">http://cahyaulumuddin.multiply.com/journal/item/19 &#8211; _ftnref4</span></span></a><span style="color:black;" lang="IN">Suparlan Suhartono, Ph.D. <em>Dasar-dasar Filsafat. </em>2004. (Yogyakarta: Ar-Ruzz). Hal: 97.</span></p>
<p class="MsoFootnoteText"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoFootnoteText"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN">OBYEK MATERIAL DAN OBYEK FORMAL ILMU PENGETAHUAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;color:black;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:black;" lang="IN">Nama : Hendri Lisdiantoro</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:black;" lang="IN">NIM : 206 400 216</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:black;" lang="IN">Mata Kuliah : Etika Filsafat dan Komunikasi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:black;" lang="IN">Jurusan : HUMAS</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:black;" lang="IN">Fakultas : Dakwah dan Komunikasi </span></strong></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:center;margin:0 0 .0001pt;" align="center"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:center;margin:0 0 .0001pt;" align="center"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:center;margin:0 0 .0001pt;" align="center"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:center;margin:0 0 .0001pt;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;color:black;" lang="IN">Universitas Sunan Gunung Djati Bandung</span></strong></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:center;margin:0 0 .0001pt;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;color:black;" lang="IN">2008/2009</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/1cahaya.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/1cahaya.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/1cahaya.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/1cahaya.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/1cahaya.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/1cahaya.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/1cahaya.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/1cahaya.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/1cahaya.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/1cahaya.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/1cahaya.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/1cahaya.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/1cahaya.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/1cahaya.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1cahaya.wordpress.com&amp;blog=5017433&amp;post=89&amp;subd=1cahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1cahaya.wordpress.com/2009/03/13/89/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0458fa34518881ca9dfcf14f735554fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pringputih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenang Rumi</title>
		<link>http://1cahaya.wordpress.com/2008/11/27/mengenang-rumi/</link>
		<comments>http://1cahaya.wordpress.com/2008/11/27/mengenang-rumi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 16:26:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pringputih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1cahaya.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Pria yang lahir pada 30 September 1273 di Balkh-Afghanistan dan wafat pada 17 Desember 1273 di Konya-Turki ini meninggalkan warisan pemikiran spiritual yang banyak menginspirasi umat Islam. Tari Sufi (Sema) adalah salah satu inspirasi yang ditinggalkan Rumi yang merupakan paduan warna dari tradisi, sejarah, kepercayaan, dan budaya Turki. Rumi, menurut Profesor Zaki Saritoprak, pakar dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1cahaya.wordpress.com&amp;blog=5017433&amp;post=84&amp;subd=1cahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:CFj41hl4F3D_hM:http://www.haqqanirabbani.asia/images/whirling2.jpg" alt="sema" />Pria yang lahir pada 30 September 1273 di Balkh-Afghanistan dan wafat pada 17 Desember 1273 di Konya-Turki ini meninggalkan warisan pemikiran spiritual yang banyak menginspirasi umat Islam. Tari Sufi (Sema) adalah salah satu inspirasi yang ditinggalkan Rumi yang merupakan paduan warna dari tradisi, sejarah, kepercayaan, dan budaya Turki.</p>
<p>Rumi, menurut Profesor Zaki Saritoprak, pakar dan pemerhati pemikiran Jalaluddin Rumi dari Monash University, Australia,berpandangan bahwa kondisi dasar semua yang ada di dunia ini adalah berputar. Tidak ada satu benda dan makhluk yang tidak berputar. “Keadaan ini dikarenakan perputaran elektron, proton, dan neutron dalam atom yang merupakan partikel terkecil penyusun semua benda atau makhluk, jelasnya.<br />
<span id="more-84"></span>Dalam pemikiran Rumi, lanjut Saritoprak, perputaran partikel tersebut sama halnya dengan perputaran jalan hidup manusia dan perputaran bumi. “Manusia mengalami perputaran, dari tidak ada, ada, kemudian kembali ke tiada,” ujar Saritoprak.</p>
<p>Manusia yang memiliki akal dan kecerdasan membuatnya berbeda dan lebih utama dari ciptaan Allah yang lain. Tarian Sema yang didominasi gerakan berputar-putar, kata Saritoprak, mengajak akal untuk menyatu dengan perputaran keseluruhan ciptaan.</p>
<p>Prosesi Sema menggambarkan perjalanan spiritual manusia dengan menggunakan akal dan cinta dalam menggapai ‘kesempurnaan&#8217;,jelas Saritoprak. Itu sebabnya, gerak berputar menjadi ciri Tari Sufi yang dikembangkan Rumi.</p>
<p>Untuk turut melestarikan dan menyebarkan pemikiran Rumi, baru-baru ini Lembaga Pendidikan Pribadi Depok (Jawa Barat) yang merupakan sekolah kerja sama antara Indonesia dan pemerintah Turki, menggelar pementasan Tari Sufi (Sema) Rumi di Auditorium Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.</p>
<p>Acara yang terselenggara atas kerja sama dengan Pasiad Indonesia dan sekolah Kharisma Bangsa ini menghadirkan para penari sufi (darwis) asli dari Turki.</p>
<p>Menurut Humas Sekolah Pribadi, Bibit Wiyana, kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan delapan abad filosof Islam asal Turki, Maulana Jalaluddin Rumi, sebagai orang yang memperkenalkan tarian Sema. Selain itu, kita juga ingin memperkenalkan kebudayaan Turki di kalangan masyarakat Indonesia, ujar Bibit di sela acara pementasan Tari Sufi.</p>
<p>Dia melanjutkan, kebudayaan Turki memiliki sejumlah kesamaan dengan kebudayaan Indonesia, terutama dalam aspek nilai-nilai kedamaian yang universal serta mistisisme Islam.</p>
<p>Rektor UIN Komaruddin Hidayat yang berbicara dalam acara itu bersama Saritoprak menambahkan, hal yang lebih penting dari simbolisasi Tari Sema adalah nilai-nilai cinta dan kedamaian yang diajarkan Rumi melalui tariannya. “Kesempurnaan manusia dalam pemikiran Rumi bisa digapai dengan meraih kebenaran yang didukung dengan menumbuhkan cinta dan mengesampingkan ego dalam perjalanan spiritual seseorang,jelasnya.</p>
<p>Manusia yang telah mencapai kematangan tersebut, lanjut Komaruddin, siap untuk melayani seluruh ciptaan, seluruh makhluk, tanpa membedakan kepercayaan, ras, derajat, dan asal bangsa. Pesan cinta dan kedamaian inilah yang sesungguhnya ingin disebarkan Rumi melalui simbolisasi Tarian Semanya, imbuh Komaruddin.</p>
<p>Menurut dia, wajah cinta dan kedamaian yang diajarkan Rumi sebenarnya merupakan perwujudan nyata atas nilai-nilai Islam yang diajarkan Rasulullah SAW. Jadi tidak benar kalau ada yang beranggapan kalau wajah Islam adalah wajah teroris yang penuh dengan kekerasan. Islam itu sangat dekat dengan kedamaian dan cinta, seperti yang ditunjukkan Rumi melalui Tarian Semanya, ujar Komaruddin./ade ( ade )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/1cahaya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/1cahaya.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/1cahaya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/1cahaya.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/1cahaya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/1cahaya.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/1cahaya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/1cahaya.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/1cahaya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/1cahaya.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/1cahaya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/1cahaya.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/1cahaya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/1cahaya.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1cahaya.wordpress.com&amp;blog=5017433&amp;post=84&amp;subd=1cahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1cahaya.wordpress.com/2008/11/27/mengenang-rumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0458fa34518881ca9dfcf14f735554fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pringputih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:CFj41hl4F3D_hM:http://www.haqqanirabbani.asia/images/whirling2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sema</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tafsir Al Azhar</title>
		<link>http://1cahaya.wordpress.com/2008/11/27/tafsir-al-azhar/</link>
		<comments>http://1cahaya.wordpress.com/2008/11/27/tafsir-al-azhar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 16:16:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pringputih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taman Bacaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1cahaya.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[SINOPSIS BUKU &#8211; Meraih Makrifat: Tafsir Hamka atas Ayat-Ayat Hati Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah, 1908-1981) adalah sosok ulama Indonesia yang mengharmoniskan paham Islam modern dengan tradisi tasawuf klasik. Dengan semangat memurnikan tasawuf dari ekses-ekses negatifnya dan memberi ruh sufistik kepada kehidupan modern, beliau mengusung konsep “tasawuf modern”. Buku ini mengajak kita mendalami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1cahaya.wordpress.com&amp;blog=5017433&amp;post=82&amp;subd=1cahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:9Xf9a-phiHtrBM:http://www.uhamka.ac.id/Image/buya3a.jpg" alt="hamka" /><br />
SINOPSIS BUKU &#8211; Meraih Makrifat: Tafsir Hamka atas Ayat-Ayat Hati<br />
Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah, 1908-1981) adalah sosok ulama Indonesia yang mengharmoniskan paham Islam modern dengan tradisi tasawuf klasik. Dengan semangat memurnikan tasawuf dari ekses-ekses negatifnya dan memberi ruh sufistik kepada kehidupan modern, beliau mengusung konsep “tasawuf modern”.</p>
<p>Buku ini mengajak kita mendalami tafsir Hamka atas ayat-ayat seputar hati dalam adikaryanya, Tafsir Al-Azhar. Tema-tema penting yang ditelaah dalam buku ini:<br />
• Fungsi dan Potensi Hati<br />
• Kandungan Hati<br />
• Sifat dan Keadaan Hati<br />
• Penyakit-Penyakit Hati<br />
• Metode Pendidikan Hati</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/1cahaya.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/1cahaya.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/1cahaya.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/1cahaya.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/1cahaya.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/1cahaya.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/1cahaya.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/1cahaya.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/1cahaya.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/1cahaya.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/1cahaya.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/1cahaya.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/1cahaya.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/1cahaya.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1cahaya.wordpress.com&amp;blog=5017433&amp;post=82&amp;subd=1cahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1cahaya.wordpress.com/2008/11/27/tafsir-al-azhar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0458fa34518881ca9dfcf14f735554fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pringputih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:9Xf9a-phiHtrBM:http://www.uhamka.ac.id/Image/buya3a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hamka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diantara Kebiasaannya adalah Memulyakan Ulama</title>
		<link>http://1cahaya.wordpress.com/2008/11/27/diantara-kebiasaannya-adalah-memulyakan-ulama/</link>
		<comments>http://1cahaya.wordpress.com/2008/11/27/diantara-kebiasaannya-adalah-memulyakan-ulama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 16:10:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pringputih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1cahaya.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Kebiasaan beliau adalah memulyakan ulama karena mereka adalah yang mempunyai ilmu dan Allah memulyakan kepada mereka karena ilmunya, maka mereka jadi ahli ilmu walaupun bukan ahli amal, maka mereka tetap ahli ilmu. Syekh mursyid memulyakan mereka dengan derma dan mengeluarkan uang dll, hal itu sebagai tanda memulyakan dan mengagungkan mereka walau keluarganya orang bertolak belakang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1cahaya.wordpress.com&amp;blog=5017433&amp;post=80&amp;subd=1cahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebiasaan beliau adalah memulyakan ulama karena mereka adalah yang mempunyai ilmu dan Allah memulyakan kepada mereka karena ilmunya, maka mereka jadi ahli ilmu walaupun bukan ahli amal, maka mereka tetap ahli ilmu. Syekh mursyid memulyakan mereka dengan derma dan mengeluarkan uang dll, hal itu sebagai tanda memulyakan dan mengagungkan mereka walau keluarganya orang bertolak belakang dan orang yang ingkar pada tarekatnya. Hal itu sebagai tanda kasih sayang, hormat dan rohmat kepada mereka seperti dalam wasiat Syaikh al Mukarrom, karena mereka itu orang yang tidak tahu. Sebagaimana firman Allah SWT :</p>
<p><span id="more-80"></span></p>
<p>واذا خاطبهم الجاهلون قالوا سلاما.  (الفرقان : 63)</p>
<p>“ dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata( yang mengandung ) keselamatan”. (QS al-Furqan : 63)</p>
<p>Rasulullah bersabda: </p>
<p>        اكرموا العلماء فانهم عند الله كراماء مكرومون مختارون عند الملائكة.</p>
<p>”Mulyakanlah olehmu para ulama, karena mereka menurut Allah orang-orang yang mulya dan dimulyakan dan termasuk orang-orang terpilih menurut malaikat.”</p>
<p>	Dari Abi Hurairah berkata aku mendengar Rasulullah, apabila orang pintar berbicara ditempatnya dengan ilmu dan tidak senda gurau serta main-main, maka Allah ciptakan dari setiap kalimat yang muncul dari mulutnya satu malaikat yang beristighfar kepadanya, dan kepada yang mendengarkannya sampai hari qiyamah, apabila mereka bubar, maka Allah memberi ampunan kepada mereka, kemudian Nabi SAW bersabda :</p>
<p>       هم القوم لا يشقى جليسهم .</p>
<p> “Mereka itu adalah kaum yang tidak mencelkakan teman duduknya”.</p>
<p>	Pahamilah pada kalimat  hadits ini, maka tidak memasukkan kepadanya orang yang senda gurau dan omong kosong yaitu hatinya selalu dzikir kepada Allah karena Rasulullah bersabda :</p>
<p> كل شيئ ليس من ذكر الله لهو ولعب.( رواه النسائ عن جابر بن عبد الله و جابر بن عامر) </p>
<p>”Segala sesuatu yang bukan dari dzikir kepada Allah adalah omong kosong dan orang yang main-main. (HR Nasa’I dari jabir bin Abdullah dan Jabir bin Amir) ini dalan kitab Fadhil Qadir.</p>
<p>	Sayyid Syekh Ahmad Shahibul Wafa tajul ‘Arifin r.a. berkata : ilmumu memanggilmu tetapi kau tidak mendengarnya, dan dalam firman Allah :</p>
<p>ولا تطع من أغفلنا قلبه عن ذكرنا واتبع هواه وكان أمره فرطا . (الكهف : 28)</p>
<p>” Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya Kami lalaikan dari mengingati Kami. Serta mengikuti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”. (QS Al-Kahfi : 28)</p>
<p>Maka apabila ada orang yang berilmu, berdzikir, maka ucapannya dengan ilmu, dan adapun dzikir dengan ilmu dan karenanya dzikir menjadikan oarng mendengarkannya dan orang menjadi tahu, dan apabila berdzikir dengan tidak memakai ilmu, maka sebaliknya yakni orang tidak mendengarkannya dan orang tidak menjadi tahu.<br />
	Maka perhatikanlah bagaimana Allah memulai dengan dirinya sendiri dan keduanya dengan malaikat dan ketiganya dengan orang yang berilmu. Sebagaimana  firman Allah :</p>
<p>        شهد الله اته لااله الا هو والملائكة وأولو العلم قائما با القسط . (العمران : 18)</p>
<p>“ Allah menyatakan bahwasannya tidak ada Tuhan melainkan Dia, yang menegakkan keadilan.Para malaikat dan orang-orang yang berilmu( juga menyatakan yang demikian itu)”.  (QS. Al-Imran : 18)</p>
<p>Yakni yang punya ilmu dan berdzikir, karena orang berilmu tetapi lupa dzikir kepada Allah, dalam ucapannya atau dalam khutbahnya Allah melarang kepada kami untuk mengikutinya sesuai firman Allah SWT :</p>
<p>ولا تطع من اغفلنا قلبه عن ذكرنا.(الكهف : 18)</p>
<p>“Dan janganlah kamu mengikuti orang yang lupa hatinya dari dzikir kepada Kami” .(Q.S. Al Kahfi : 18)</p>
<p> Karena ucapan tanpa dzikir kepada Allah itu terlarang menurut syara’. Rasulullah bersabda :</p>
<p>ان عيس ابن مريم كان يقول : لا تكثروا الكلام بغير ذكر الله فتقسو قلوبكم فان القلب القاسي بعيد من الله.</p>
<p>“Sesungguhnya Isa Ibn Maryam berkata “Janganlah kamu sekalian banyak bicara dengan tidak berdzikir kepada Allah, hal itu menjadikan keras hati mereka, maka apabila hatinya keras tentu jauh dari Allah. “ (al muwatha jilid 3 h :50)</p>
<p>Sabda Nabi SAW:</p>
<p> وفضل العالم على العابد كفضلى على امتى . (رواه حارث بن ابي امامة عن ابي  سعيد الخضري)</p>
<p>“Adapun keutamaan orang yang berilmu bagi ahli ibadah seperti keutamaanku atas umatku. (HR. harits bin Abi Umamah dari Abi sa’id al Khudhari).</p>
<p>Maksud hadits ini (berilmu, beramal, berdzikir) yaitu keutamaan orang yang berilmu beramal berdzikir terhadap ahli ibadah yang bodoh dan lupa. Nabi bersabda kepada Ibn Mas’ud r.a namanya Abdullah : </p>
<p>يابن مسعود جلوسك ساعة فى مجلس العلم اى فى حلقة العالم لا تمس قلما ولا تكتب حرفا خيرلك من عتق الف رقبة, ونظرك الى وجه العالم بنظر المحبة خير لك من الف فرس تصدقت بها فى سبيل الله , وسلامك على العالم خير لك من عبادة الف سنة.</p>
<p>“Ya Ibn Mas’ud ! kau duduk sebentar di masjid ta’lim yaitu perkumpulan orang yang berilmu, kau tidak menyentuh pulpen dan tidak menulis satu huruf pun itu lebih baik dari memerdekakan hamba sahaya seribu orang,dan lihatlah olehmu wajah orang yang berilmu dengan penglihatan yang penuh rasa cinta,itu lebih baik darimu dari seribu kuda yang kau sedekahkan di jalan Allah dan kau memberi salam atas seorang yang berilmu itu lebih baik dari ibadah seribu tahun”</p>
<p>	Ini dikhususkan bagi  ‘alim billah dan ‘alim bi amrillah saja karena jahil billah walaupun orang termasuk ‘alim billah tidak lepas dari cacat/noda, atau sakit hatinya seperti ujub, riya, namimah, takabur, sum’ah, permusuhan, marah, serakah, toma, kikir, penakut, malas, sedih, panjang angan-angan, lupa kepada Allah, menggap enteng pada shalat dan perbuatan nganggur, omong kosong, berpaling, ingkar kepada para wali Allah dan banyak makan dan tidur, keras hati dan lain-lain. semua ini termasuk sifat tercela, yang menyebabkan jauh dari cinta dan kesaksian Allah, dan tidak kosong dari kotoran, dan  menyebabkan jauh hati dengan lupa kepada Allah, karena lupa kepada Allah lebih berat daripada masuk neraka, demikian ini dikatakan oleh Syekh Junaedi al Baghdadi, begitu juga dari bala’I yang Allah telah menguji kepada hambanya.<br />
	Syekh Ahmad Abi al Hawari r.a. dalam kitab Risalah Qusyairiyah berkata : Allah  menguji kepada hambanya dengan sesuatu yang lebih berat dari lupa dan keras hati, karena hati orang yang berilmu yang lupa dari dzikir kepada Allah tidak mungkin bisa menerangi orang yang melihat wajahnya dan orang yang sampai kepada Allah tidak akan  sampai kecuali berbarengan dengan orang yang sudah sampai. Orang tidak akan berhasil kecuali berbarengan dengan orang yang sudah berhasil, sebagaimana firman Allah :</p>
<p>يا ايها الذين امنوا اتقوا الله وكونوا مع الصادقين . (التوبة : 119)</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (QS At Taubah : 119)</p>
<p>Yang dimaksud dengan lafadz “Ashshadikuun” adalah orang yang datang kepadaku dengan benar dan membenarkan , mereka adalah ortang yang bertaqwa, sebagaimana firman Allah :</p>
<p>والذي جاء با الصدق وصدق به أولئك هم المتقون. (الزمر : 33)</p>
<p>“Dan orang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”.( QS Az-Zumar : 33). </p>
<p>Adapun yang dimaksud dengan “Tashdiq” adalah menemukan satu nasab, seperti dalam kitab Sulam Munawaraq :</p>
<p>ادراك مفرد تصورا علم   #    ودرك نسبة بتصديق وسم.</p>
<p>“Menemukan kalimat mufrad adalah dinamai “tashdir”<br />
dan menemukan satu nasab diberinama “tashdiq”</p>
<p>Seperti definisi  iman dalam Hadits sebagai berikut :</p>
<p>ان الأيمان اقرارا با للسان وتصديق با القلب وعمل با الأركان. (رواه شيرازي عن عائشة)</p>
<p>”Iman adalah mengucapkan dengan lisan dan membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan rukun” (HR. Syairazi dari ‘Aisyah)</p>
<p> 	Tidak cukup dengan mengucapkan dengan lisan saja, dengan tidak membenarkan dalam hati, seperti orang  munafik mengucapkan dengan lisan tidak didalam hati, maka dari itu Allah mencaci seperti dalam firman Allah :</p>
<p>        ومن الناس من يقول امنا با الله وبا اليوم الأخر وما هم بمؤمنين. (البقرة : 8)</p>
<p>“ Diantara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian”,padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang0orang yang beriman.” (QS Al-Baqarah:8)</p>
<p> dan apabila ada orang mengucapkan dengan lisannya saja, menurut Allah  dia dikatakan  muslim saja dan tidak termasuk orang mukmin, sebagaimana dalam firman Allah :</p>
<p>قالت الأعراب امنا قل لم نؤمنوا ولكن قولوا أسلمنا ولما يدخل الأيمان فى قلوبكم.</p>
<p>”Kami telah beriman”. Katakanlah ( Kepada mereka ): “ Kamu b:“ Orang-orang arab Badui itu elum beriman tetapi katakanlah “ Kami telah tunduk”, Karena iman itu belum masuk kehatimu”. (QS. Al-Hujurat : 14)<br />
(Terjemah Sunan Mardliyah karangan KH M Abdul Gaos Saepulloh Maslul dan Terjemah KH. Ahdi Noordin/Suryalaya )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/1cahaya.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/1cahaya.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/1cahaya.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/1cahaya.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/1cahaya.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/1cahaya.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/1cahaya.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/1cahaya.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/1cahaya.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/1cahaya.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/1cahaya.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/1cahaya.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/1cahaya.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/1cahaya.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1cahaya.wordpress.com&amp;blog=5017433&amp;post=80&amp;subd=1cahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1cahaya.wordpress.com/2008/11/27/diantara-kebiasaannya-adalah-memulyakan-ulama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0458fa34518881ca9dfcf14f735554fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pringputih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diantara Kebiasannya adalah Memulyakan Tamu.</title>
		<link>http://1cahaya.wordpress.com/2008/11/27/diantara-kebiasannya-adalah-memulyakan-tamu/</link>
		<comments>http://1cahaya.wordpress.com/2008/11/27/diantara-kebiasannya-adalah-memulyakan-tamu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 16:09:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pringputih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1cahaya.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah bersabda : من كان يؤمن با الله واليم الأخر فليكرم ضيفه. “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka mulyakanlah tamu” ( HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Nasa’I, dan Ibnu Majah dari Ibn Suraij dan dari Abi Huraiarah). Dan Firman Allah : ونبئهم عن ضيف ابراهيم (51) اذ دخلوا عليه فقالوا سلاما قال انا [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1cahaya.wordpress.com&amp;blog=5017433&amp;post=78&amp;subd=1cahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasulullah bersabda :<br />
من كان يؤمن با الله واليم الأخر فليكرم ضيفه.<br />
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka mulyakanlah tamu” ( HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Nasa’I,  dan Ibnu Majah dari Ibn Suraij dan dari Abi Huraiarah).<br />
<span id="more-78"></span>Dan Firman Allah :<br />
ونبئهم عن ضيف ابراهيم (51) اذ دخلوا عليه فقالوا سلاما قال انا منكم وجلون (52)    قالوا لا توجل انا نبشرك بغلام عليم. ) الحجر : 51-53)<br />
“ Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim (51), ketika mereka masuk ketempatnya, lalu mereka mengucapkan “Salaam”. Berkata Ibrahim: “Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu”(52). Mereka berkata:” Jangankah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki ( yang akan menjadi ) orang yang alim (53) (QS. Al-Hijr : 51-53)<br />
	Ayat ini menunjukkan atas wajibnya memulyakan tamu, apalagi tamunya seperti tamu Nabi Ibrahim karena tamunya adalah malaikat yang memberi kabar gembira tentang sesuatu yang diharapkan datanganya sesuatu, dia adalah pemuda yang ‘alim dari Allah Yang Maha Mengetahui, dan apabila ada tamu orang bodoh maka orang pintar harus memulyakannya, dan apabila tamunya orang kecil, maka orang besar wajib memulyakannya dan apabila tamunya sesama apalagi tamunya orang yang meminta-minta maka wajib yang punya rumah memulyakannya dan memberinya.<br />
Rasulullah bersabda :<br />
السائل هدية الله على عبده, ولا فرق فى اكرام الضيف بين الصغير والكبير وبين الفقير والغنى وبين الجاهل والعالم ولا بين السائل والمسئول ولا بين المعطى والعاطى, لأن الضيف له الضيافة ولو بشرب ماء ولقمة الطعام مع وجه طلق.<br />
“Orang yang meminta-minta adalah hadiah dari Allah kepada hambanya dan tidak ada perbedaan didalam memulyakan tamu antara orang kecil dengan orang besar, orang fakir dengan orang kaya, orang bodoh dengan orang pintar, orang meminta-minta dengan orang yang dipinta, orang yang diberi dengan orang yang memberi, karena tamu berhak mendapatkan suguhan dengan seteguk air dan sesuap makanan beserta wajah yang berseri-seri.(Terjemah Sunan Mardliyah karangan KH M Abdul Gaos Saepulloh Maslul dan Terjemah KH. Ahdi Noordin/Suryalaya )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/1cahaya.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/1cahaya.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/1cahaya.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/1cahaya.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/1cahaya.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/1cahaya.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/1cahaya.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/1cahaya.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/1cahaya.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/1cahaya.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/1cahaya.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/1cahaya.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/1cahaya.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/1cahaya.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=1cahaya.wordpress.com&amp;blog=5017433&amp;post=78&amp;subd=1cahaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1cahaya.wordpress.com/2008/11/27/diantara-kebiasannya-adalah-memulyakan-tamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0458fa34518881ca9dfcf14f735554fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pringputih</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
